• Senin, 4 Juli 2022

Bawa Misi Perdamaian Dunia di KTT AS-ASEAN, Jokowi: Hentikan Perang Rusia-Ukraina, Perburuk Perekonomian Dunia

- Minggu, 15 Mei 2022 | 17:49 WIB
Presiden RI, Joko Widodo pada KTT AS-ASEAN di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13 Mei).  (Humas Kemendag for KabarRakyat)
Presiden RI, Joko Widodo pada KTT AS-ASEAN di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13 Mei). (Humas Kemendag for KabarRakyat)

KABAR RAKYAT – Misi Indonesia membawa perdamaian untuk dunia disampaikan pada forum resmi Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat dengan ASEAN atau KTT AS-ASEAN di Amerika Serikat.

Presiden RI Joko Widodo bersama Mendag Muhammad Lutfi, Menlu Retno Marsudi, dan Duta Besar Indonesia, Rosan Roeslani untuk Amerika Serikat menghadiri acara KTT AS-ASEAN di Washington DC, selama 11–13 Mei 2022 di AS.

Misi perdamaian dunia, kata Mendag Lutfi, juga disampaikan Presiden Jokowi yang menyerukan penghentian perang di Ukraina sekarang juga.

“Bapak Presiden memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang,” tegasnya.

Baca Juga: Pertemuan KTT di USA, Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia

Dikatakan Mendag, Presiden Jokowi menyatakan saat ini dunia sedang mengalami masalah baru yang tidak ringan. Setelah diserang pandemi yang mulai membaik, dunia dikejutkan masalah perang Rusia–Ukraina. Indonesia sangat menentang adanya peperangan ini.

Menurut Indonesia, seharusnya dunia segera pulih dari pandemi, namun dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat ini dunia butuh kerjasama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Juga, negara-negara di dunia butuh multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka.

Penekanan Presiden, kata Mendag Lutfi, garis besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina. Sekali lagi menghentikan perang, bukan memenangkan perang di Ukraina. Sebab perang tidak akan menguntungkan siapa pun.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat terwujud,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X