• Minggu, 22 Mei 2022

Pertemuan KTT di USA, Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 20:56 WIB
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja, Pan Sorasak di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12 Mei). (Humas Kemendag for KabarRakyat)
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja, Pan Sorasak di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12 Mei). (Humas Kemendag for KabarRakyat)

KABAR RAKYAT - Indonesia punya target naik kelas menjadi negara maju di dunia. Maka negara-negara ASEAN harus kompak dan respon cepat perkembagan ekonomi dunia.

Pernyataan hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di hari kedua Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus ASEAN-Amerika Serikat selama dua hari, 11-13 Mei 2022.

Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Pan Sorasak dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali.

Disampaikan Mendag Lutfi, pentingnya penguatan ASEAN sebagai kunci pertumbuhan ekonomi kawasan. Pembahasan itu sebagai persiapan pelaksanaan rangkaian Pertemuan Spesial ASEAN Economic Ministers (AEM) akan dilaksanakan pada 17-18 Mei 2022 di Bali, Indonesia.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Warga Lumajang Dorong Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Presiden RI

Mendag Lutfi juga menyampaikan pembahasan kondisi ekonomi global, antara lain terkait peningkatan proteksionisme era modern, peningkatan inflasi pascakonflik Rusia-Ukraina.

Yang memicu krisis energi dan inflasi harga dunia serta peningkatan ketidakpercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral yang telah memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Disamping itu, dibahas juga berbagai agenda yang ditawarkan oleh negara-negara ekonomi besar seperti Indo-Pacific Economic Forum (IPEF) oleh Amerika Serikat, European Union Indo-Pacific Strategy oleh Uni Eropa, Belt Road Initiatives (BRI) oleh Tiongkok, serta kebijakan seperti EU Green Deal dan UK Environmental Act (Due Diligence on Forest Risk Commodities).

Mendag Lutfi menekankan, rantai pasok di ASEAN akan sangat terganggu di masa mendatang apabila ASEAN tidak segera merespon berbagai perkembangan situasi ekonomi dunia yang terjadi dewasa ini.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X