• Senin, 4 Juli 2022

Cara Hentikan Wabah PMK Sapi di Jatim Mirip Covid19, Khofifah: Dari Dalam Tak Keluar, Yang di Luar Tak Masuk

- Senin, 9 Mei 2022 | 06:41 WIB
Penangaan sapi terkena Penyakit Mulut dan Kuku di Jawa Timur ditinjau Gubernur Khofifah (Humas Prov Jatim for KabarRakyat)
Penangaan sapi terkena Penyakit Mulut dan Kuku di Jawa Timur ditinjau Gubernur Khofifah (Humas Prov Jatim for KabarRakyat)

KABAR RAKYAT - Kondisi hewan sapi yang tidak sehat, akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur menyita perhatian Gubernur Jawa Timur. Setelah terima laporan wabah PMK pada hewan terjadi di empat kabupaten.

Upaya atasi wabah PMK hewan. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau peternakan sapi didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani. Mereka bertemu Poktan Ternak Barokah Jaya di Desa Soko, Kecamatan Tikung.

Di Lamongan, Gubernur Khofifah mendapat informasi ada 52 ekor sapi peternakan H Supar menunjukkan gejala klinis penyakit PMK pada sapi.

Adapun gejala tanda klinis penyakit PMK pada hewan ternak meliputi demam tinggi (39-41 derajat Celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, dan kaki pincang.

Tak hanya itu, hewan yang terkena PMK juga mengalami luka pada kaki dan berujung pada lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis, bahkan tubuhnya menjadi kurus.

Baca Juga: Kenali Tanda Klinis Sapi Terserang Wabah PMK: Berikut Kebijakan Pemprov Jatim Antisipasi Penularan

Dalam tinjauan Gubernur Jawa Timur, setelah disuntuk antibiotik dan vitamin kondisi beberapa ekor sapi terkena PMK mulai pulih. Namun beberapa sapi memang masih menunjukkan tanda-tanda gejala PMK.

"Kemarin dan hari ini ada 2 kali suntik. Ada proses pemulihan. Kita berharap 3 hari ini ada proses penyuntikan lagi. Mudah-mudahan membaik semua. Ini harus diproteksi dan mendapat penanganan komprehensif dan pihak pemilik akan melakukan identifikasi dari gejala-gejala yang muncul dan segera melaporkan," jelas Khofifah, mengaku obat-obatan di suport dari Kementan dan telah di distribusi.

Di samping itu, Gubernur Khofifah langsung melaporkan temuan tersebut kepada Menteri Pertanian RI pada Jumat sore lalu. Tujuannya agar hewan ternak di 4 daerah di Jawa Timur. Yang terkonfirmasi terjangkit PMK, segera mendapatkan perhatian khusus.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Pemprov Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X