• Kamis, 7 Juli 2022

Mendagri Terbitkan SE Aturan Kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri Disesuaikan Level PPKM Daerah Masing-Masing

- Sabtu, 23 April 2022 | 12:20 WIB
Menteri Dalam Negeri,Tito Karnavian terbitkan SE aturan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H/Pikiran Rakyat
Menteri Dalam Negeri,Tito Karnavian terbitkan SE aturan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H/Pikiran Rakyat

KABAR RAKYAT - Mencegah terjadinya kembali peningkatan kasus Covid-19, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor : 003/2219/SJ tentang Pelaksanaan Halal Bihalal Pada perayaan Idul Fitri tahun 1443 H/2022 M.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA mengatakan, Surat Edaran (SE) tersebut menjadi sangat penting di tengah kalkulasi banyaknya pemudik yang akan menghabiskan waktu merayakan Idul Fitri dan libur lebaran di kampung halaman.

"SE ini secara spesifik diterbitkan dalam rangka memberikan atensi terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, yang tentunya sejalan dengan pengaturan dalam Inmendagri PPKM," ucap Safrizal dalam keterangannya seperti dikutip Kabar Rakyat dari kemendagri.go.id, Sabtu 23 April 2022.

Baca Juga: 144.392 Personil TNI Polri di Jawa Timur, Amankan Ibadah Puasa dan Mudik Lebaran 2022

Lebih lanjut, Surat Edaran tersebut memberikan arah kebijakan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota untuk memberikan atensi pelaksanaan Halal bi Halal di daerahnya masing-masing yang disesuaikan dengan level daerah kabupaten/kota sebagaimana ditetapkan dalam Inmendagri PPKM Level 3, 2 dan 1 untuk wilayah Jawa-Bali maupun Inmendagri PPKM Level 3, 2, dan 1 untuk wilayah luar Jawa-Bali.

“Jumlah tamu yang dapat hadir pada acara Halal bi Halal adalah 50 % dari kapasitas tempat untuk daerah yang masuk kategori Level 3, 75 % untuk daerah yang masuk kategori Level 2 dan 100 % untuk daerah yang masuk kategori level 1” jelas Safrizal.

Selanjutnya untuk kegiatan Halal bi Halal dengan jumlah diatas 100 orang, makanan/minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan ada makanan/minuman yang disajikan di tempat (prasmanan).

Hal ini merupakan langkah antisipatif untuk mengeliminir potensi klaster penularan Covid-19 dalam skala luas keramaian mengingat aktivitas makan dan minum pasti diikuti dengan membuka masker, sehingga berbanding lurus dengan besarnya potensi resiko penularan. 

Baca Juga: Kemendag Perbarui Kategorisasi Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta: Ikut Trend Dunia

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: kemendagri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NKRI Resmi Memiliki Tiga Provinsi Baru di Papua

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:30 WIB
X