• Minggu, 25 September 2022

Tunjukkan Kekayaan Intelektual Pesantren, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kitab Kuning.

- Jumat, 11 Maret 2022 | 08:08 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melihat gambar santri usai membuka festival Kitab Kuning di Gedung Juang/banyuwangikab.go.id
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melihat gambar santri usai membuka festival Kitab Kuning di Gedung Juang/banyuwangikab.go.id

KABAR RAKYAT - Sebagai upaya menunjukkan kekayaan intelektual pesantren, Pemkab Banyuwangi menggelar festival Kitab Kuning pada hari Kamis hingga Sabtu (10-12/03/2022) bertempat di Gednug Juang.

"Kitab kuning ini merupakan salah satu ciri khas pesantren di Indonesia. Ini tidak hanya menjadi referensi keilmuan bagi kalangan santri, tapi juga telah menjadi budaya dan bagian sejarah bagi bangsa ini," ungkap Ipuk saat membuka festival Kitab Kuning.

Interaksi kitab kuning dengan sejarah dan budaya bangsa inilah, lanjut Ipuk, yang coba ditampilkan pada festival kali ini. "Khususnya bagaimana kitab kuning berinteraksi dengan masyarakat Banyuwangi. Yang mana, sebagaimana diketahui bersama, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang memiliki pesantren cukup banyak," terangnya.

Baca Juga: PCNU: PSHT dan Pagar Nusa di Banyuwangi Berdamai: Sepakat Seduluran Sampai Anak Putu

Festival kitab kuning sendiri dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari peluncuran kitab kuning karya kiai-kiai Banyuwangi, pameran, dan serangkaian ngaji kitab, bedah buku dan diskusi.

"Pada acara ini juga ada peluncuran kitab Majmuatu Mualifat Ulama Banyuwangi yang merupakan kompilasi kitab-kitab karya kiai dari Banyuwangi," ungkap Kepala Bagian Kesmas Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Muhammad Lukman.

Beberapa kitab tersebut, lanjut Lukman, adalah Nadzam Aqidah karya KH. Abdullah Faqih, Bayanul Mubhamat karya KH. Harun Abdullah, Syair Nasehat karya KH. Abbas Hasan, Syiir Safinah karya KH. Dimyati Syafi'i, Syair Ulan Handadari karya KH. Muhammad Zubairi sampai Tafsir Suratil Fatihah karya KH. Suhaimi Rafiudin.

"Semua karya-karya tersebut terhitung langka dan sedikit yang mengetahuinya. Dengan kita terbitkan lagi ini, kita berharap akan menghilangkan kembali pemikiran para kiai Banyuwangi ini, sekaligus menggugah semangat para santri untuk menulis juga," terang Lukman.

Baca Juga: Polresta Bersama TNI Jaga Banyuwangi Kondusif Pasca Gesekan Perguruan Silat: Waspada HOAX!

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bawaslu Banyuwangi Buka Pendaftaran Panwascam

Rabu, 21 September 2022 | 07:43 WIB
X