• Jumat, 19 Agustus 2022

Aplikasi TikTok Memblokir Sementara Konten-Konten di Rusia sebagai Tanggapan Terhadap UU Berita Palsu

- Senin, 7 Maret 2022 | 07:47 WIB
Ilustrasi pengguna TikTok (Pexels Cottonbro)
Ilustrasi pengguna TikTok (Pexels Cottonbro)

KABAR RAKYAT, Teknologi - Aplikasi TikTok menangguhkan atau memblokir sementara streaming langsung dan konten baru ke layanan videonya sebagai tanggapan terhadap undang-undang 'berita palsu' baru Rusia menurut pernyataan daru perusahaan TikTok pada hari Minggu (6/2/2022).

Undang-undang tersebut, yang disetujui oleh majelis rendah parlemen Rusia pada hari Jumat, mengancam hukuman penjara bagi siapa saja yang mempublikasikan apa yang dianggap Kremlin sebagai informasi palsu tentang invasi negara itu ke Ukraina.

Mereka yang terbukti bersalah menyebarkan data palsu tentang angkatan bersenjata Rusia akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara atau denda 1,5 juta rubel, atau USD 14.000.

Baca Juga: Korban Perang Berduyun Masuk Negara Muldova, USA Diminta Tingkatkan Bantuan untuk Pengungsi Ukraina

TikTok, bersama dengan beberapa organisasi berita, telah memutuskan untuk menangguhkan operasi di negara itu untuk menjaga keselamatan karyawan dan pengguna yang mungkin menggunakan aplikasi untuk “menyediakan sumber bantuan dan koneksi manusia selama masa perang ketika orang-orang menghadapi tragedi besar. dan isolasi,” cuit perusahaan media sosial itu.

Kremlin menggambarkan tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" dan "misi penjaga perdamaian", sehingga deskripsi apa pun yang bertentangan bisa berbahaya.

Undang-undang ini, serta keputusan Rusia untuk memblokir Facebook, menunjukkan dorongan pemerintah untuk menahan setiap narasi yang bertentangan dengan pernyataan resmi Kremlin atau mengekspos peran militer negara itu dalam memicu krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Pemprov Guyur Minyak Goreng 2,7 Juta Liter ke Pasar Tradisional di Jatim

Secara lebih luas, undang-undang tersebut mewakili langkah Rusia untuk mengencangkan sekrup pada oposisi mana pun. Negara itu telah meletus dalam protes anti-perang, dengan hampir 4.000 orang ditahan pada hari Minggu di 53 kota. Di Moskow saja, jumlahnya mencapai 1.400.

Halaman:

Editor: Surya Eka Aditama

Sumber: techcrunch

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X