Korsleting Listrik Penyebab Utama Kebakaran di Banyuwangi, Damkar Ingatkan Masyarakat Agar Waspada

- Kamis, 24 Februari 2022 | 10:19 WIB
Ilustrasi kebakaran/Portal Jogja-Pikiran Rakyat.com
Ilustrasi kebakaran/Portal Jogja-Pikiran Rakyat.com

KABAR RAKYAT - Kelalaian dan korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data Dinas Dinas Kebakarann dan Penyelamatan (Damkar) tercatat di tahun 2020 ada 40 kasus kebakaran,14 kasus diantaranya terjadi pada rumah kediaman dan 12 lainnya terjadi di area public.

Di tahun 2021 tercatat ada 24 kasus kebakaran. Dimana 12 kasus terjadi pada rumah dan 7 kasus terjadi di ruang public seperti pasar.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Banyuwangi, Wawan Yatmadi menyebut bila pemicu kebakaran masih didominasi oleh kelalaian dan konsleting listrik. Mayoritas kebakaran rumah yang sering terjadi disebabkan korsleting listrik. Hal itu dapat dipicu karena kelalain dalam penggunaan peralatan elektronik ataupun instalasi listrik yang tidak  memadai. 

Baca Juga: Harga Kedelai Mahal, Ukuran Tempe di Pasaran Banyuwangi Mengecil

“ Oleh karena itu, sebaiknya pemilik rumah menggunakan peralatan elektronik dan instalasi listrik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, pemeriksaan instalasi listrik di rumah dilakukan secara rutin, “ ucap Wawan Yahmadi

Sebagai contoh, kata Wawan, kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Galekan, Desa Bajulmati, Wongsorejo itu pun pemicunya juga konsleting listrik.

"Seperti yang terjadi saat ini di rumah milik bapak Joni di Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi ini pun diduga kuat juga akibat adanya konsleting listrik," kata Wawan saat dikonfirmasi media, Kamis 24 Februari 2022.

Hal tersebut menunjukkan adanya kelengahan, seperti teledor dalam memeriksa kelistrikan rumah yang justru beresiko membuat kerugian fatal.

"Kabel yang sudah tua seharusnya diganti justru dibiarkan, hal itu kan beresiko, yang harusnya hanya mengeluarkan biaya perbaikan ratusan ribu, ketika kebakaran justru membuat kerugian hingga ratusan juta," ucapnya.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X