• Minggu, 25 September 2022

Menjadi Pemasok Terbesar Buah Naga, Banyuwangi Gelar Festival Buah Naga

- Sabtu, 19 Februari 2022 | 13:55 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memetik buah naga/banyuwangikab.go.id
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memetik buah naga/banyuwangikab.go.id

Buah naga sebenarnya merupakan tanaman hortikultura yang bersifat jangka panjang, seperti tanaman jeruk dan jambu. Produksi buah naga mencapai puncak pada musim panen bulan Nopember – Maret dan selebihnya tidak berbuah (off-season).  

Pada puncak panen raya buah naga, sering kali terjadi over produksi yang menyebabkan harga buah naga di tingkat petani menjadi anjlok. Sementara pada kondisi off-season harga jual buah naga meningkat hingga 2–3 kali lipat dari harga normal akibat ketidakseimbangan antara ketersediaan produk yang rendah dengan permintaan pasar yang tinggi. 

Kondisi ini yang melatarbelakangi terciptanya beberapa perlakuan terhadap buah naga, selain penerapan Good Agriculture Practices (GAP) juga diterapkan Puting Si Naga, sehingga buah naga Banyuwangi saat ini tidak mengenal off season. 

Dengan memberikan pencahayaan lampu di malam hari (pukul 18.00 – 05.00), terbukti mampu merangsang buah naga untuk berbunga, sehingga buah naga bisa panen sepanjang tahun. Melalui inovasi ini buah naga mampu berproduksi hingga rata-rata 35 ton/hektar setahun.

Baca Juga: Sidak Distribusi Migor di Surabaya, Menteri Lutfi Temukan Minyak Curah Diatas HET 

Kondisi ini turut meningkatkan pendapatan petani buah naga melalui peningkatan hasil panen dan volume penjualan. Dibandingkan dengan sebelum menggunakan lampu, pendapatan

petani buah naga meningkat sekitar Rp.260 juta per hektar dalam  setahun dengan asumsi harga buah naga rata-rata Rp. 10.000/kg.

Luas areal pertanaman buah naga di kabupaten Banyuwangi sebesar 3.786 hektar dengan produksi mencapai 82.544 ton per tahun, sehingga dikenal sebagai penghasil buah naga terbesar di Indonesia. 

Ditambahkan Plt Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi, M Khoiri, buah naga berkembang dengan pesat terutama di kawasan Banyuwangi bagian selatan yang meliputi wilayah kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Srono, Bangorejo dan Sempu. Petani buah naga pada awalnya merupakan petani tanaman pangan yang beralih komoditas dalam perkembangannya.

Baca Juga: Kasus Penyalahgunaan Pupuk Subsidi Pemerintah Pusat di Banyuwangi, Aktivis: Jangan Main-Main

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bawaslu Banyuwangi Buka Pendaftaran Panwascam

Rabu, 21 September 2022 | 07:43 WIB
X