• Minggu, 22 Mei 2022

Faskes Klinik Fertilasi Kini Sudah Ada di Banyuwangi, Khusus Menangani Reproduksi

- Minggu, 23 Januari 2022 | 18:32 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan tumpeng peluncuran fasilitas kesehatan klinik Fertilasi RS Yasmin Banyuwangi/banyuwangikab.go.id
Bupati Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan tumpeng peluncuran fasilitas kesehatan klinik Fertilasi RS Yasmin Banyuwangi/banyuwangikab.go.id

KABAR RAKYAT - Kabupaten Banyuwangi kini memiliki fasilitas kesehatan itu yakni klinik fertilitas yang khusus menangani berbagai hal tentang reproduksi, salah satunya membantu pasangan suami istri (pasutri) yang tengah berjuang mendapatkan buah hati.

"Tentu ini kabar gembira. Adanya layanan kesehatan ini akan menjadi daya tarik baru yang bisa menggerakkan ekonomi daerah. Terima kasih kepada semua pihak, yang telah mendukung pembangunan di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat pembukaan Klinik Fertilitas Indonesia, yang merupakan kerjasama PT Morula Indonesia dan Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi, Sabtu kemari seperti dikutip Kabar Rakyat dari banyuwangikab.go.id,Minggu 23 Januari 2022. 

Klinik fertilitas ini merupakan yang pertama di wilayah eks karesidenan Besuki. Selain tindakan inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI), Klinik Fertilitas Indonesia RS Yamin juga dapat melakukan pemeriksaan analisa sperma, serta konsultasi program kehamilan.

Baca Juga: Antisipasi Panic Buying, Diskopumdag Banyuwangi Gelar Pasar Murah Minyak Goreng, Cek Lokasi dan Waktunya

Menurut Ipuk saat ini Banyuwangi tidak hanya fokus pada penanganan pandemi covid-19, namun juga pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ini dilakukan melalui berbagai program, di antaranya optimalisasi gizi pada 1000 hari pertama kehidupan, stop kematian ibu dan anak (Sakina), laskar ibu hamil berisiko Tinggi (Bumil Risti), Rantang Kasih, dan masih banyak lainnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, usia harapan hidup Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan dari 70,65 (2020) menjadi 70,72 (2021). Banyuwangi menjadi daerah dengan peningkatan kemiskinan terendah di Jatim, serta daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di eks Karesidenan Besuki, yakni 71,38.

“Tentu ini berkat kerja bersama semua pihak. Mari kita terus bergerak bersama, saling mendukung demi Banyuwangi yang lebih sehat dan sejahtera,” kara Ipuk.

Direktur RS Yasmin Syaugi Bakarman menyatakan siap menjadi mitra Pemkab Banyuwangi. “Kami akan terus mendukung program daerah, khususnya di sektor kesehatan,” kata dia.

Baca Juga: Dibangun Dengan Konsep Go Green, Pasar Pariwisata Terpadu Banyuwangi Mulai Difungsikan

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X