• Senin, 24 Januari 2022

7 Predator Anak Dibawah Umur Ditangkap Polresta Banyuwangi

Richard De Mas Nre
- Kamis, 13 Januari 2022 | 12:52 WIB
Tujuh tersangka predator anak dibawah umur jalani proses hukum di Banyuwangi. (Jaenudin)
Tujuh tersangka predator anak dibawah umur jalani proses hukum di Banyuwangi. (Jaenudin)

KABAR RAKYAT – Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar 7 kasus predator anak. Para tersangka ini melakukan tindakan pidana persetubuhan dengan korban anak usia dibawah umur.

Delapan orang pelaku dengan inisial IN alias C laki-laki (20 Th), OR alias FR alias R laki-laki (18 TH), AD laki-laki (16 TH), H laki-laki (65 Th), S laki-laki (20 TH), dan SR laki-laki (49 TH) semuanya beralamat domisili di Kabupaten Banyuwangi.

Para pelaku tersebut saat ini mendekam di rumah tahanan Negara Polresta Banyuwangi dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Masing-masing pelaku diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Dalam rilisnya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu didampingi oleh Kasatreskrim,Kabag Humas kepada awak media di Mapolresta Banyuwangi mengungkapkan,

“Para tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,- (lima milyard rupiah),terang Kombes.Pol.Nasrun Pasaribu,Kamis (13/1/2022).

Kapolres menjelaskan satu kasus sodomi dengan korban B (17) anak laki-laki menjadi korban kekerasan seksual saat mencari kayu di kebun di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Ketika korban mengantar tersangka namun, ditengah perjalanan tersangka meminta korban untuk mengantarkannya ke daerah perkebunan dan korban menurutinya setelah sampai, korban disuruh menunggu dan tersangka beralasan ingin mencari kayu.

“Kejadianya malam hari sekitar pukul 23.30 Wib korban mengajak tersangka pulang namun tersangka tidak mau dan tiba-tiba korban dipukul oleh tersangka dari arah belakang mengenai leher korban, tersangka memukul lagi mengenai pelipis mata dan telinga. Setelah itu korban langsung memohon kepada tersangka untuk tidak dibunuh dan tersangka langsung menyuruh anak korban menghisap kemaluannya,” beber Kombes Pol.Nasrun Pasaribu.

Lebih ekstrim korban dalam ancaman takut dibunuh dipaksa nungging dan disodomi oleh pelaku berinisial S. Kasus predator anak ini menjadi perhatian serius Kapolresta Banyuwangi untuk diwaspadai bersama.

Kapolresta Banyuwangi mmengingatkan dari peristiwa ini mengajak kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengawasi perkembangan anak. Terus berikan perhatian yang ekstra terhadap anak. Tingkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap pergaulan anak,” pungkas Kapolresta Kombes.Pol.Nasrun Pasaribu.

Halaman:

Editor: Richard De Mas Nre

Tags

Terkini

X