• Kamis, 27 Januari 2022

Kajian Penelitian Potensi Kejadian Tsunami Besar, BPBD : Jember Belum Punya Tempat Evakuasi

- Kamis, 2 Desember 2021 | 10:36 WIB
Potensi Tsunami Besar, Ternyata Kabupaten Jember Belum Punya Tempat Evakuasi Korban Bencana. Ilustrasi Bencana ( Jess Loiterton/Pexels)
Potensi Tsunami Besar, Ternyata Kabupaten Jember Belum Punya Tempat Evakuasi Korban Bencana. Ilustrasi Bencana ( Jess Loiterton/Pexels)

KABAR RAKYAT, JEMBER - "Untuk Tsunami, kita memang belum punya The Tes atau Tempat evakuasi sementara,” ujar BPBD Jember Sigit Akbari, kemarin kajian penelitian tentang potensi kejadian tsunami di Pantai Selatan Jawa akibat gempabumi megahtrust telah dilakukan oleh beberapa peneliti.

Penelitian itu pasalnya telah dilakukan oleh Widjo Kongko (2018), Ron Harris (2017 - 2019), dan terakhir Tim Lintas Lembaga yang dipimpin ITB, dan didukung oleh BMKG. Hasilnya pun kurang lebih sama yaitu potensi terjadinya tsunami dengan ketinggian sekitar 20 meter, dalam waktu 20 menit gelombang tiba di pantai sejak terjadinya gempa.

Hasil penelitian tersebut diperlukan untuk menguatkan sistem mitigasi gempabumi dan peringatan dini tsunami, mengingat potensi kejadian gempabumi dan tsunami di Indonesia tidak hanya berada di pantai selatan Jawa saja.

Namun berpotensi terjadi di sepanjang pantai yang menghadap Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, ataupun pantai yang berdekatan dengan patahan aktif yang berada di laut (Busur belakang atau back arc thrusting, ataupun membentang sampai ke laut, dengan berbagai potensi ketinggian gelombang tsunami.

Baca Juga: BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, 2 Desember 2021 Melaporkan Prakiraan Cuaca untuk Kabupaten Pamekasan

Penelitian Terakhir oleh ITB Penelitian ini didukung oleh BMKG, KKP, dan BIG dilakukan berdasarkan analisis data-data kegempaan BMKG dan pemodelan tsunami dengan beberapa skenario.

Skenario terburuk mengasumsikan jika terjadi gempabumi secara bersamaan di 2 segmen megathrust yang ada di selatan Jawa bagian Barat dan Selatan Jawa bagian Timur, yang mengakibatkan tsunami dengan tinggi gelombang maksimum 20 meter di salah satu area di selatan Banten, dan mencapai pantai dalam waktu 20 menit sejak terjadinya gempa.

Hasil pemodelan ini dapat menjadi salah satu acuan bahwa lahan di pantai yang berada pada ketinggian lebih dari 20 meter, relatif lebih aman terhadap ancaman bahaya tsunami. Selain itu, penting juga untuk penyiapan jalur dan tempat evakuasi, ataupun untuk penataan lahan di daerah rawan tsunami.

Baca Juga: Sah! Penetapan UMK Jawa Timur 2022 Ditandatangani Gubernur Khofifah : Upah Terendah Kabupaten Sampang

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X