• Senin, 24 Januari 2022

Anggota DPRD Bondowoso Galang Gunakan Hak Angket akan Menyoal Kebijakan Bupati Salwa Arifin

- Selasa, 30 November 2021 | 02:29 WIB
Anggota DPRD Bondowoso Galang Gunakan Hak Angket akan Menyoal Kebijakan Bupati Salwa Arifin (Ifa/Istimewa)
Anggota DPRD Bondowoso Galang Gunakan Hak Angket akan Menyoal Kebijakan Bupati Salwa Arifin (Ifa/Istimewa)

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO - Anggota DPRD Bondowoso menggalag hak angket kepada Bupati Bondowoso. Total 29 anggota dewan dari tiga fraksi telah tandatangani kesepakatan gunakan hak angket.

Penjelasan dari Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso, bahwa pengajuan hak angket memang belum diajukan kepadanya. Namun, ia dan wakil ketua DPRD Sinung Sudrajat juga turut tanda tangan sebagaimana amanat fraksi masing-masing.

"Alasan para pengusul akan mengajukan hak angket karena beberapa hal. Pertama terkait Bupati Salwa Arifin yang dinilai tak melaksanakan rekomendasi hasil Pansus TP2D yang merekomendasikan agar pembentukan TP2D dilakukan sebagaimana hasil fasilitasi," kata Ahmad Dhafir.

Kata Ketua DPRD itu, Bupati Salwa telah menyampaikan kesediaannya akan melaksanakan sesuai hasil fasilitasi. Bahkan, sebelum dirinya menerima hasil Pansus Perbup TP2D.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi KONI Probolinggo Ahirnya Gelar Porkab 2021

"Kalau Perbup (Perbup nomer 49 tahun 2021 tentang TP2D, red) setelah turun, hasil fasilitasi diabaikan, lalu kemudian yang diundangkan bukan hasil fasilitasi? maka ini bentuk pembangkangan terhadap aturan perundangan," katanya.

Kemudian alasan ke dua, lanjut Ketua DPC PKB ini, perihal adanya temuan dalam mutasi eselon III beberapa waktu lalu. Tepatnya, terkait seorang guru yang kemudian dimutasi ke dalam jabatan struktural. Sebagai Kepala Seksi di salah satu OPD.

"Kan data ini dikirim ke Menpan. Di saat ada data di Menpan, guru nyalon Kades maka dianggap Bondowoso sudah kelebihan tenaga guru. Di saat begitu maka tak dapat jatah," jelasnya.

Alasan terakhir yakni, perihal adanya temuan dugaan penebangan kayu yang tak dilakukan tak sesuai mekanisme. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 280 kayu yang bahkan telah masuk dalam daftar aset daerah.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X