• Selasa, 24 Mei 2022

Puluhan Pekerja Toko Modern Berjejaring Mengadu Ke DPRD Banyuwangi Tuntut Upah Lembur

- Selasa, 23 November 2021 | 06:29 WIB
Puluhan pekerja toko modern berjejaring saat diterima Ketua DPRD Banyuwangi dan Komisi II dalam forum rapat dengar pendapat (Hariyadi)
Puluhan pekerja toko modern berjejaring saat diterima Ketua DPRD Banyuwangi dan Komisi II dalam forum rapat dengar pendapat (Hariyadi)

Menurut Anwar, jika memang jam kerja di hari ke 6 perusahaan memberlakukan jam kerja yang sama.,para pekerja minta dihitung lembur.

"Kami menuntut itu dihitung lembur. Kalau di UU 13 tahun 2003, itu hak normatif kita wajib dibayar lembur. Jika tidak mau dibayar lembur, harus sesuai jam yang diatur," pintanya.

Menanggapi keluh kesah para buruh tersebut, Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana mendesak agar Dinas Tenaga Kerja memanggil perusahaan terkait, agar persoalan buruh segera teratasi.

Baca Juga: DPRD Bersama Pemkab Banyuwangi Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022

”Kita meminta dengan tegas, Disnaker segera menghadirkan pihak perusahaan agar ada mediasi ," ucapnya.

Sementara, lanjur Made, terkait dengan UMK tahun 2022, Disnaker telah menyampaikan masih dalam proses  pembahasan bersama Dewan Pengupahan Banyuwangi.

Kasi Pengembangan Hubungan Industrial Disnakertrans Banyuwangi, Muhammad Rusdi menegaskan, jika pihaknya berjanji akan menindak lanjuti tuntutan para buruh.

"Kami akan memanggil pihak perusahaan untuk mediasi bersama para serikat pekerja," kata Rusdi.

Sedangkan untuk UMK Banyuwangi, Rusdi menyebut penentuan UMK nantinya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

"UMK sudah disampaikan tadi bahwa acuannya PP 36 tahun 2021. Sudah ada rumusannya. Sementara masih dilakukan kajian bersama Dewan Pengupahan," tandas Rusdi.***

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X