• Minggu, 13 Juni 2021

Dinilai Krisis Kepemimpinan, Birokrasi Pemkab Nganjuk Carut-marut

- Kamis, 10 Juni 2021 | 21:48 WIB
Supriono, dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Peduli Anti Korupsi (LSM MAPAK) Nganjuk
Supriono, dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Peduli Anti Korupsi (LSM MAPAK) Nganjuk

KABAR RAKYAT - Pasca Penangkapan Bupati Novi dan Maraknya lima proyek pembangunan strategis Nganjuk, memantik respons keras dari kalangan pemerhati kebijakan publik. Yang menilai Kabupaten Nganjuk, tengah krisis kepemimpinan.

 

Supriono, dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Peduli Anti Korupsi (LSM MAPAK) Nganjuk, ketika ditemui dirumahnya, menyesalkan sikap pemkab Nganjuk yang tak berani menindak tegas aparat pegawai dibawahnya, padahal pemkab punya kewenangan mutlak melakukan penindakan.

 

”Ini bukti bahwa Pemkab Nganjuk krisis kepemimpinan, krisis keteladanan, krisis ketegasan. Kalau menyelesaikan masalah tentang proyek yang kecil saja tidak bisa, apalagi Lima Mega Proyek yang besar-besar seperti Bendungan Semantok, Kawasan Industri Nganjuk (KING), Bendungan Margopatut, Selingkar Wilis Selatan, dan Jalan Tol Nganjuk - Kediri,” terangnya kepada wartawan ketika di temui dirumahnya, Kamis (10/06/2021).

 Baca Juga: Pajak Barang Mewah Dikurangi Kok Bahan Pokok Malah Mau Dipajaki?

Dikatakan Supriono sudah bukan menjadi rahasia lagi, sektor pembangunan menjadi lahan yang empuk untuk meraup pundi-pundi rupiah.

 

”Melihat karut-marutnya pembangunan dan Birokrasi di Nganjuk, patut diduga ada banyak permainan di sana. Sehingga kita mendorong kejaksaan, kepolisian bisa menelusuri. Banyak pintu masuk mulai Lima Proyek Besar tingkat Nasional sampai penambangan tak terkendali, tinggal dipanggil pihak-pihak terkait, siapa yang bertanggung jawab, " tegasnya pri Mapak panggilan akrabnya.

Halaman:

Editor: Budi Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X