• Sabtu, 12 Juni 2021

Gubernur Khofifah Melarang Masyarakat Jatim Takbiran Keliling

- Rabu, 12 Mei 2021 | 18:01 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah  Indar Parawansa/Birohumasjatimprov.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa/Birohumasjatimprov.

KABAR RAKYAT - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh masyarakat Jawa Timur tidak melakukan kegiatan takbiran keliling pada malam Idul Fitri 1442 Hi, Rabu (12/6).
 
Hal ini sesuai kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama lewat terbitnya Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 di Saat Pandemi Covid-19.
 
Sejalan dengan itu Pemprov Jawa Timur juga mengeluarkan SE Gubernur Jatin Nomor : 451/10180/012.1/2021 Tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 di saat masa pandemi covid-19 di Jawa Timur .

Baca Juga: Kebakaran Cafe Karta Surya Dadari Diselidiki Reskrim Polsek Bangorejo
 
“Kepada seluruh masyarakat Jatim, tolong aturan ini ditaati demi kepentingan dan kebaikan kita bersama. Jangan sampai timbul klaster-klaster baru yang tidak kita inginkan,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (12/5).
 
Khofifah menyebut, meskipun dilarang takbiran keliling, namun masyarakat masih diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan takbiran di masjid atau mushala. Namun dengan ketentuan peserta hanya sebanyak 10 persen dari kapasitas masjid. Selain itu, juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
Takbiran juga dapat dilakukan secara virtual. Ini semua dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan dan keramaian,” tuturnya.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran COVID-19 Kepulangan Migran Ditangani Serius
 
Terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri, Khofifah menerangkan bahwa dalam SE Gubernur Jawa Timur  tersebut mengatur   agar penyelenggaraan  ibadah shalat Iedul Fitri dilakukan berbasis zonasi PPKM Mikro.

Silahkan sholat Ied di masjid atau lapangan terbuka  terdekat  dengan rumah. Di Jawa Timur terdapat 8501 desa dan kelurahan. Saat ini ada satu desa zona merah. Sehingga di desa yang masih zona merah masyarakat melaksanakan sholat Iedul Fitri di rumah.

Selebihnya di masjid atau lapangan terdekat dari rumah dengan protokol kesehatan yang ketat, khotbah antara 7 sampai 10 menit. Sedangkan kapasitas bagi zona orange maksimal 15 persen. ***

Editor: Ayu Nida

Sumber: Jatimprov

Tags

Terkini

Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Jatim

Jumat, 11 Juni 2021 | 18:00 WIB

Lokakarya UPTD Puskesmas Mangunreja Tasikmalaya

Jumat, 11 Juni 2021 | 14:51 WIB
X