• Sabtu, 12 Juni 2021

Gubernur Khofifah Rakor Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1424 H, Begini Penjelasan Lengkapnya

- Selasa, 11 Mei 2021 | 02:36 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah memimpin Rakor Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1424 H
Gubernur Jawa Timur Khofifah memimpin Rakor Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1424 H


Gubernur Khofifah "Pelaksanaannya Berbasis Pemetaan Zonasi PPKM Mikro. Tempat Wisata Maksimal Dibatasi 25 Persen"


KABAR RAKYAT - Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Agama Nomor 07 Tahun 2021 Tanggal 6 Mei, Gubernur Jawa Timur Khofifah IP gerak cepat menggelar Rakor Persiapan Sholat Idul Fitri 1442 H, di Grahadi Surabaya, Minggu (9/5) malam.


Hasil Rakor, Gubernur Khofifah memutuskan penyelenggaraan ibadah, sholat Ied menggunakan pemetaan zonasi berbasis Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, dan bukan zonasi Kabupaten/Kota. Dari itu, segera keluar SE Gubernur Jatim, hari, Senin (10/5).


"Kalau menggunakan skala mikro, Kepala Desa, Lurah, dengan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas lebih mudah melakukan pemetaan. Ini menjadi penting, utamanya kemungkinan shaf rapat dapat dihindari karena jamaah akan dipecah," jelas Khofifah.


Lebih lanjut dirinya menambahkan, dipilihnya format Sholat Idul Fitri berbasis PPKM Mikro dikarenakan lebih fokus merujuk untuk bisa memonitor pendisiplinan kepada sub basis di tingkat RW dan desa. Sehingga, langkah tersebut dapat mengatur para warga agar bisa mengatur ibadah dengan baik.

Baca Juga: Operator Tambang PT Bumi Suksesindo Kirim Sembako Kluster Terawih Bangorejo

Dalam koordinasi tersebut, Gubernur Khofifah menambahkan, khutbah yang dilakukan hanya 7 hingga 10 menit serta surah yang dibacakan berjalan pendek. Untuk kegiatan takbiran, hanya dilakukan di masjid dengan jumlah 10 % jamaah dari total kapasitas. Sementara takbir di jalan raya tidak akan diperkenankan.


Dirinya juga mengimbau, agar mulai dari lini terbawah untuk menyiapkan masker. Termasuk menyediakan fasilitas cuci tangan bagi para jamaah sebelum memasuki masjid. 
"Kita akan menggunakan zonasi mikro. Tetap agar tidak terjadi kerumunan dan interaksi di lini bawah," tegasnya.


Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengatakan, dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri, protokol kesehatan diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik. Termasuk diimbangi dengan dibentuknya kepanitiaan tingkat mikro.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Artikel Terkait

Terkini

Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Jatim

Jumat, 11 Juni 2021 | 18:00 WIB

Lokakarya UPTD Puskesmas Mangunreja Tasikmalaya

Jumat, 11 Juni 2021 | 14:51 WIB
X