• Rabu, 27 Oktober 2021

Sertijab Bupati dan Wabup Pacitan, diminta Fokus Sektor Pertanian, Perikanan, Wisata dan Pendidikan Vokasi

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 02:46 WIB
Gubernur Khofifah meminta kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin fokus memberikan penguatan di sektor pertanian, perikanan, wisata, serta SDM, utamanya di sektor pendidikan vokasi.  (Humasprov.Jatim)
Gubernur Khofifah meminta kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin fokus memberikan penguatan di sektor pertanian, perikanan, wisata, serta SDM, utamanya di sektor pendidikan vokasi. (Humasprov.Jatim)

Pendidikan Vokasi Jadi Pondasi Penguatan Ekonomi Kreatif

KABAR RAKYAT - Usai melantik secara resmi Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Senin, 26 April 2021, kini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat (7/5) pagi. 

Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin fokus memberikan penguatan di sektor pertanian, perikanan, wisata, serta SDM, utamanya di sektor pendidikan vokasi. 

"Saya menyampaikan apresiasi, karena Pak Bupati yang sudah menyampaikan dengan detail. Hari ini sektor pertanian sangat butuh beradaptasi dengan teknologi pertanian begitu juga dengan sektor perikanan. Bagaimana menguatkan nilai tambah nelayan itu juga penting," harapnya. 

Baca Juga: Ramadhan Brand Berbagi, Ajak Brand Santuni 1.000 Anak Yatim dan Orang Membutuhkan

Khofifah, sapaan lekatnya pun memaparkan bagaimana sektor pertanian terus tumbuh positif, utamanya dalam jenis tanaman padi meskipun dalam keadaan pandemi. Berdasarkan data BPS tercatat produksi padi di Jawa Timur tahun 2020 sebanyak 9.944.538 ton Gabah Kering Giling (GKG) naik 363.6000 ton atau 3,97 %. Dengan capaian itu, maka Provinsi Jatim menjadi penyumbang 18,2 % produksi padi nasional sekaligus tertinggi di Indonesia. 

"Kita juga pastikan nilai tukar  petani dan nilai tukar nelayan  juga tumbuh positif saat pandemi covid-19.  Saat ini  market pasar ikan ke luar negeri juga cukup besar . Oleh karena itu, kita berharap adanya penguatan hilirisasi," ungkap Khofifah. 

Terkait peningkatan nilai tambah tersebut, Khofifah menegaskan bahwa hal itu bisa dikaitkan dengan langkah petik, olah, kemas, dan jual. 

Baca Juga: 5 Manfaat Tidak Mudik Lebaran di Masa Pandemi yang Belum Anda Ketahui

Halaman:

Editor: Budi Setiawan

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X