• Senin, 21 Juni 2021

Kabupaten Bangli Sinergi Bersama Banyuwangi Jaga Pasokan Komoditas Pangan

- Selasa, 8 Juni 2021 | 17:22 WIB
Bupati Bangli MoU bersama Bupati Banyuwangi jaga pasokan komoditas pangan
Bupati Bangli MoU bersama Bupati Banyuwangi jaga pasokan komoditas pangan

KABAR RAKYAT - Pemkab Banyuwangi memulai sinergi dengan Pemkab Bangli, Bali, untuk pengembangan ekonomi. Salah satunya, kerja sama dalam pendistribusian dan pemasaran komoditas pangan antar kedua wilayah. 

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, di Banyuwangi, pada 6 Juni 2021 lalu. Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Kepala Kantor Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Donny, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli.

“Kami ingin kerjasama terkait bahan pangan. Banyuwangi memiliki produksi beras yang melimpah. Bahkan di masa pandemi masih tetap surplus hingga 58.290 ton. Sementara kami adalah produsen telur. Sekitar 54 persen kebutuhan telur di Bali dipasok dari daerah kami. Nah potensi inilah yang ingin kami kerja samakan,” ujar Wayan.

Baca Juga: Kapolda Jateng : SOP Managemen Kontijensi Covid-19 Kudus Akan Jadi Role Model Daerah Lain

Wayan berharap, kerjasama ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Kabupaten Bangli, kata dia, saat ini tengah melakukan berbagai upaya untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. “Tidak bisa dipungkiri kondisi perekonomian kami sangat tidak stabil. Pandemi Covid-19 telah berimbas ke segala aspek, utamanya ekonomi,” kata Wayan.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap bisa melakukan intervensi terhadap supply and demand komoditas pangan di pasaran, sehingga semakin ada kepastian ekonomi bagi para pedagang,” imbuhnya.

Selama ini, kata Wayan, hampir 51 persen perekonomian di Provinsi Bali, termasuk Kabupaten Bangli, sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sektor ini terpaksa harus terhenti selama pandemi covid-19 lantaran adanya kebijakan yang melarang wisatawan asing masuk ke wilayah Bali untuk mencegah penularannya.

Baca Juga: Tangki 'Kencing' Solar Ilegal Bebas Diperjualbelikan di Batang Tanpa Tersentuh Hukum

Dia menyebut, merosotnya sektor pariwisata menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Bali mengalami kontraksi hingga 9,3 persen (2020). Bahkan tahun ini, pertumbuhan ekonominya masih tercatat minus 5,8 persen. “Tentu penurunan ini juga sangat kami rasakan di Kabupaten Bangli,” ujar Wayan.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Humas Kab. Banyuwangi

Tags

Terkini

Bupati Jember Jadi Korwil APKASI Jawa Timur 

Minggu, 20 Juni 2021 | 13:33 WIB
X