• Minggu, 13 Juni 2021

Penerapan Larangan Mudik Lebaran 2021 di Tasikmalaya

- Kamis, 6 Mei 2021 | 18:45 WIB
Pantauan dari posko pandang polsek rajapolah di jalan layang rajapolah
Pantauan dari posko pandang polsek rajapolah di jalan layang rajapolah
 
KABAR RAKYAT - Pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei 2021. Artinya, warga dilarang mudik atau bepergian ke luar kota pada periode tersebut guna meminimalisasi penularan Covid-19.
 
Pemerintah juga memberlakukan pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang berlaku 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.
 
Pada periode tersebut, warga masih diperbolehkan untuk keluar kota dengan melampirkan hasil tes Covid-19.
 
Sementara itu, selama periode larangan mudik, semua transportasi untuk mudik akan ditiadakan kecuali untuk kepentingan mendesak. Anggota Polri juga akan menyekat ruas jalan di jalan tol, arteri, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota.
 
 
Di Kabupaten  Tasikmalaya, Penyekatan pemudik dilakukan di Posko Tapal Kuda Salawu , dan jalan lingkar Gentong kadipaten.
 
Kendaraan pemudik dari arah Bandung menuju Tasik melewati tahap pemeriksaan dan atau sebaliknya. 
 
Berdasarkan pantauan kabarrakyat.id ,  di depan pos pantau jalan layang rajapolah sekitar jam 10 siang,jalanan terlihat lengang dan sepi, kendaraan di dominasi oleh kendaraan-kendaraan truck,baik truck besar ataupun truk kecil,  kendaraan logistik, kendaraan pengirim paket dan kendaraan-kendaraan pribadi ber plat nomor lokal. 
 
Pantauan dari posko pandang polsek rajapolah di jalan layang rajapolah, jalanan sepi dan lengan.
 
 
Kondisi ini efek dari pemberlakuan penyekatan bagi para pemudik yang mulai di berlakukan hari ini. Selain di tapal kuda salawu dan lingkar gentong kadipaten , posko-posko penyekatan  yaitu , di posko cikunir perbatasan Kota Tasikmalaya  dan kabupaten Tasikmalaya, posko kawalu, posko salawu,  di gerbang muktamar cipasung dan di beberapa titik-titik strategis lainnya yang di duga akan dijadikan jalan tikus bagi pemudik. 
 
Truck besar dan truck logistik sedang melewati jalan layang rajapolah ke arah jalur Tasik dan Jateng dari arah Bandung .
 
Bertempat di rest area jalan layang rajapolah, Marod (41) seorang sopir truck logistik merasa nyaman dengan keadaan jalan lengang seperti ini, karena barang yang ia bawa akan cepat sampai sehingga memangkas ongkos pengeluaran, tetapi ia pun merasa sedih karena banyak orang yang ingin mudik tidak bisa pulang ke kampung halamannya, "kasihan mereka yang ingin pulang, padahal di tempat usah nya juga lagi susah, kalau di kampung kan enak bisa kumpul sama keluarga." imbuhnya. 
 
 
Petugas gabungan di posko penyekatan lingkar gentong. 
 
Dalam penerapan penyekatan pemudik ini, Pemerintah tidak main-main, dengan menurunkan personel lengkap dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan unsur lainnya. 
 
Berikut sanksi bagi warga yang nekad mudik selama priode larangan mudik 2021:
 
Masyarakat yang ingin mudik menggunakan mobil pribadi akan diputarbalikkan sesuai Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.Mobil pribadi yang mengangkut penumpang atau travel gelap akan dikenakan sanksi kurungan penjara dua bulan atau denda Rp 500.000 sesuai Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.Mobil angkutan barang yang mengangkut penumpang akan dikenakan sanksi kurungan pidana paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250.000 sesuai Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.
 
Sanksi tegas menanti bagi pemudik yang tetap nekat pulang kampung.*
 

Editor: Budi Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X