• Selasa, 11 Mei 2021

Benih Lobter 15 Miliar Illegal Tujuan Tanggerang Digagalkan Tim Khusus Polresta Banyuwangi

- Minggu, 2 Mei 2021 | 07:38 WIB
Satreskrim Polresta Banyuwangi rilis penangkapan benih lobter illegal tujuan Tanggerang - Vietnam.
Satreskrim Polresta Banyuwangi rilis penangkapan benih lobter illegal tujuan Tanggerang - Vietnam.

KABAR RAKYAT - Satgas Khusus bersama Resmob Polresta Banyuwang menggagalkan upaya jaringan penyelundupan benih lobter senilai sekitar Rp. 1,5 miliar, pada Jumat (30/5/2021). Penangkapan terhadap pelaku dilakukan polisi setelah mencium gelagat nelayan pantai selatan Banyuwangi aktif menangkap benih lobter.

Kepolisian Polresta Banyuwangi terus memantau secara aktif upaya penyeludupan benih lobter yang dieksploitasi dari perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan pemantau rupanya dugaan jual beli benih lobter mampu dibuktikan dalam operasi khusus.

Seperti upaya penangkapan sebuah mobil Pickup L 300 P 9708 VG atas nama Giman warga Dusun Mulyosari, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, bermuatan benih lobter berhasil digagalkan Satgasus dan Resmob Polrestabes Banyuwangi.

"Berdasarkan hasil ungkap tim di lapangkan mendapati sebuah mobil Pickup jenis L 300 yang ternyata berisi benih lobter. Berdasarkan pengakuan dua tersangka benih ini akan dikirim ke Tanggerang, Banten. Mobil tersebut kami amankan di jalan raya Kalibaru Mabis berikut barang bukti," beber Kasatreskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priambodo mendampingi Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Jumat malam (30/5/2021).

Masih kata Mustijat, dalam kasus jaringan penyeludupan benih lobster menjelaskan, diduga kuat benih lobter diambil dari perairan Rajekwesi, Pesanggaran perairan Banyuwangi Selatan.

" Dari hasil ungkap hari ini memang benar barang bukti bagian dari jaringan penyeludupan lobter dengan tujuan luar negeri yang selama ini merugikan negara. Sedikitnya 21.000 ekor benih lobter atau setara Rp.1.5 Miliar kerugian negara akibat ulah sendikat ini," ungkap AKP Mustijat.

Terkait kasus kejahatan yang berpotensi merugikan negara, Polresta Banyuwangi FR (21) sopir dan RT (33) , warga Desa Pesanggaran ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini dua tersangka dijerat UU no.45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagai mana diubah dalam UU No.11 tentang cipta kerja bab III bagian IV pasal 92 jo pasal 26 ancaman 2 tahun penjara.

" Terkait kasus ini masih dalam upaya pengembangan dan harapan kita semua penyelamatan ekosistem laut dan kelestarian kekayaan hayati di perairan Banyuwangi bisa terselamatkan", tandas AKP Mustijat.***

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X