Pasca Musibah Pohon Tumbang Timpa Warung, Bupati Mojokerto Buka Opsi Penutupan Sementara Tempat Wisata

- Selasa, 16 November 2021 | 10:18 WIB
Bupati Mojokerto menjenguk Korban Pohon Tumbang di rumah sakit. (Humas Pemkab Mojokerto)
Bupati Mojokerto menjenguk Korban Pohon Tumbang di rumah sakit. (Humas Pemkab Mojokerto)
KABAR RAKYAT, MOJOKERTO – Pasca Musibah Pohon Tumbang Timpa Warung yang mengakibatkan tiga orang tewas, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati akan melakukan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
 
Hal itu disampaikan Bupati Mojokerto setelah menjenguk korban luka berat yang saat ini masih dirawat intensif di RSUD dr Soekandar, Kecamatan Mojosari dan RS Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (15/11). Para korban luka tersebut akan mendapat pemantauan intensif dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto agar cepat sembuh. 
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, musibah pohon jenis Kadutan dengan diameter 200 cm tumbang dan menimpa warung di lokasi wisata Petirtaan Jolotundo pada Minggu (14/11) sore telah merenggut tiga nyawa dan lima orang mengalami luka. Dua orang yang mengalami luka tersebut diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. Sedangkan tiga orang lainnya masih dirawat intensif.
 
Selain menjenguk korban luka, Bupati Mojokerto juga mengunjungi rumah duka dari korban yang tewas dalam musibah tersebut. Bupati Mojokerto memberikan support dan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan. 
 
“Saat ini kita fokus pada korban khususnya yang mengalami luka berat. Akan kita dampingi hingga sembuh. Sedangkan untuk korban meninggal dunia beserta pihak keluarga, kita beri support dan bantuan. Begitu juga untuk yang luka ringan, saat ini sudah pulang,” ujar bupati.
 
Musibah pohon tumbang di lokasi Wisata Petirtaan Jolotundo di Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto disebabkan angin kencang disertai hujan deras. Pohon berukuran raksasa itu tumbang dan menimpa warung yang didalamnya terdapat pembeli dan warga yang berteduh. 
 
Ada tiga orang yang meninggal dunia, yakni Ryan Amim Rizaldi (45) warga Dusun Biting Desa Seloliman, Yusuf Khalimi (22) warga Desa Kalipuro Kecamatan Pungging, dan Qori Irawan (18) warga Desa Jedong Kecamatan Ngoro.
 
Sementara korban luka berat masing-masing bernama Fernand Chandra Habibi (15), Zaini (18) warga Desa Jedong Kecamatan Ngoro, serta Mohamad Yudi (19) warga Desa Seloliman Kecamatan Trawas. 
 
Dua korban luka ringan atas nama Afan Septian (14) warga Desa Jedong Kecamatan Ngoro, serta Endah Ummah (33) warga Desa Wonosari Kecamatan Ngoro sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
 
Agar musibah itu tidak terulang lagi, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati akan melakukan mitigasi kebencanaan dengan melakukan pengecekan pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Tidak hanya itu, Bupati juga membguka opsi penutupan sementara lokasi wisata yang berada di daerah yang rawan mengingat intensitas hujan dan angina kencang masih berpotensi terjadi di Mojokerto.
 
“Kami akan melakukan mitigasi bersama dengan pengecekan pohon-pohon, yang berpotensi tumbang. Akan dicek menyeluruh hingga kontur tanahnya. Demikian juga dengan evaluasi penutupan sementara tempat wisata, bisa jadi akan kita cek semua untuk mitigasinya,” katanya.
 
Bupati Mojokerto juga berharap masyarakat Mojokerto tetap waspada dan hati-hati mengingat musim hujan masih diprediksi intensitasnya cukup tinggi. Musibah ini akan jadi evaluasi bersama, agar ke depan jangan sampai terulang.
 
“Mitigasi dari BPBD untuk sementara ini terfokus pada bencana banjir dan tanah longsor. Karena kalau angin puting beliung, kita agak kesulitan menentukan titik lokasinya. Berbeda dengan banjir longsor yang bisa dilihat dari sisi geografis dan fisiknya yang bisa diantisipasi sebelumnya. Maka dari itu sekali lagi, saya mengimbau kepada semuanya untuk tetap waspada dan hati-hati, menghadapi musim seperti ini,” kata bupati.
 
Sementara itu himbauan yang sama juga dikatakan Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar ketika meninjau lokasi warung yang tertimpa pohon pada snein (15/11) sore. Ka;polres Mojokerto meninjau pengerjaan pemotongan pohon tumbang yang dilakukan oleh Polri bekerja sama dengan BPBD Mojokerto, TNI dan masyarakat sekitar.
 
"Saya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca ektrim saat ini, seperti angin kencang dan hujan deras, serta memperhatikan lokasi disekitar lingkungan tempat tinggal yang bisa diperkirakan terjadinya bencana alam baik itu banjir, pohon tumbang dan sebagainya," pungkas Kapolres Mojokerto. ***

Editor: Ayu Nida

Sumber: Humas Pemkab Mojokerto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X