• Kamis, 7 Juli 2022

Pohon Tumbang Timpa Warung di Lokasi Wisata Jolotundo Mojokerto, Tiga Orang Tewas

- Senin, 15 November 2021 | 09:25 WIB
Tangkap layar video musibah pohon tumbang di lokasi wisata Jolotundo Mojokerto (YouTube Mojokerto Channel)
Tangkap layar video musibah pohon tumbang di lokasi wisata Jolotundo Mojokerto (YouTube Mojokerto Channel)
KABAR RAKYAT, MOJKERTO – Musibah terjadi di lokasi wisata Petirtaan Jolotundo Kabupaten Mojokerto, Munggu (14/11) sore. Sebuah pohon berukuran besar tumbang akibat hujan dan angin kencang dan menimpa sebuah warung yang di dalamnya terdapat beberapa pembeli.
 
Akibatnya peristiwa itu tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa korban lainnya mengalami luka parah. Korban luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
 
Momen sesaat setelah tumbangnya pohon tersebut berhasil diabadikan warga. Dilansir kabarrakyat dari Kanal YouTube Mojokerto Channel, Nampak kondisi warung yang sudah porak-poranda tertimpa pohon besar. Terlihat juga bagian video korban yang gambarnya disamarkan dengan diblur dalam keadaan tidak bergerak.
 
“Warunge Saning kerubuhan wit gede, jero akeh wonge, (warung milik Saning tertimpa pohon besar, di dalam warung banyak orangnya, red),” ujar seseorang dalam video tersebut yang dilihat kabarrakyat Minggu malam. 
 
Dilaporkan peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 16.32 WIB, tepatnya di lokasi Wisata Petirtaan Jolotundo Jalan Raya Jolotundo Dusun Biting Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.
 
Pohon jenis Kadutan dengan diameter 200 Cm tumbang dan menimpa warung milik Ibu Suparti Ningsih (45) warga Desa Seloliman Kecamatan Trawas.
 
Diduga kuat pohon besar tersebut tumbang akibat hujan dengan intensitas deras dan tinggi serta kondisi akar pohon yang sudah lapuk karena dimakan usia.
 
Pada waktu kejadian, di dalam warung terdapat banyak pembeli maupun orang yang berteduh. Korban meninggal dunia atas nama Muhammad Riyan Amim Rizaldi (45) Alamat dusun Biting desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, serta Qori Irawan (18) warga Dusun Jedong Wetan, Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
 
Joko Supangkat, Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Mojokerto saat dihubungi Kabar Rakyat membenarkan dalam musibah tersebt ada tiga orang yang meninggal dunia. Korban terakhir atas nama Yusuf Klimin (22), warga desa Kalipuro Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto meninggal dunia di Rumah Sakit Mawaddah.
 
“Ada 5 orang korban nluka berat dan ringan, korban luka berat 3 orang, masing-masing 1 orang dirawat di RS Soekardar, Mojosari, dan dua orang di RS Sakinah, Sooko Mojokerto. sementara luka ringan dua orang sudah diperbolehkan pulang,” katanya, Senin (15/11) pagi.
 
Dijelaskannya lebih lanjut, tim TRC BPBD, Relawan dan Perum Perhutani, Babinsa, Babhinkantibmas sudah selesai mengevakuasi puing-puing di Tempat Kejadian Perkara pukul 21.00 WIB.
 
Dirinya menghimbau kepada pengunjung lokasi wisata di Kabupaten Mojokerto, manakala terjadi hujan maka segera keluar, jangan berlama-lama di lokasi karena masih ada potensi terjadi longsor, tanah retakan sehingga diharapkan tidak terjadi musibah serupa.
 
“Potensi angin kencang, longsor, hujan deras masih berpotensi terjadi di sejumlah lokasi wisata seperti di Pacet, Trawas, Gondang, Jatirejo, dan beberapa tempat lain, kalau terjadi hujan deras, pengelola dihimbau menutup area wisata. Pengunjung dipersilahkan keluar dari area tersebut,” tukasnya. 
 
Saat ini lokasi tempat kejadian perkara diberi garis police line. Sambil menunggu penyelidikan dari Polres Mojokerto.***

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X