• Kamis, 7 Juli 2022

Jangan Dioles dengan Pasta Gigi, Begini Cara Tepat Merawat Luka Bakar Kata dr Saddam Ismail

- Kamis, 4 November 2021 | 10:38 WIB
Jangan Dioles dengan Pasta Gigi, Begini Cara Tepat Merawat Luka Bakar Kata dr Saddam Ismail (YouTube Saddam Ismail)
Jangan Dioles dengan Pasta Gigi, Begini Cara Tepat Merawat Luka Bakar Kata dr Saddam Ismail (YouTube Saddam Ismail)
KABAR RAKYAT, KESEHATAN – Cara mengatasi atau merawat luka bakar akibat tersiram air panas bukan dengan diolesi dengan pasti gigi, mentega, atau bubuk kopi. Sebab cara itu hanya akan memperlambat proses penyembuhan dan rawan terkena infeksi.
 
Saat kulit terkena siraman air panas, kulit bisa melepuh, terasa sakit dan nyeri. Menurut dr Saddam Ismail, Jangan langsung panic. Sebaiknya lihat dulu lepuhannya dan derajat siraman lukanya. Jika lepuhannya tergolong ringan dan kecil maka bisa diobati di rumah
 
Cara merawatnya  bukan dengan diolesi dengan pasta gigi atau bubuk kopi seperti yang banyak beredar di masyarakat.
 
Berikut cara merawat kulit yang melepuh akibat tersiram air panas menurut dr Saddam Ismail yang dilansir Kabar Rakyat dari kanal YouTube Saddam Ismail
 
 
1. Mendinginkan Kulit
 
Dikatakan dr Saddam Ismail, saat tersiram air panas di tangan maka lepaskan dulu semua aksesoris di tangan seperti gelang, jam tangan, dan cincin. Hal ini penting agar tidak membuat luka membengkak. 
 
“Kemudian disarankan mendinginkan kulit dengan cara rendam di air biasa. Jangan rendam di air es batu, apalagi lukanya luas tidak boleh direndam di air es batu karena perubahan suhu yang mendadak bisa memperparah kondisi luka yang dialami. Rendam di air biasa kurang lebih 20 menit. Jangan gunakan air dingin atau air es,” katanya.
 
2. Menutupi Area Luka
 
Saat sudah mendinginkan lepuhan disarankan menutupi area luka dengan menggunakan kain bersih yang lembab, maupun kasa steril yang lembab. Tujuannya agar tidak terkena infeksi bakteri. Sebelumnya boleh diolesi gel lidah buaya  untuk mendinginkan kulit
 
“Kenapa tidak boleh pakai kopi, mentega, atau pasta gigi? Karena bisa menghambat proses penyembuhan dan beresiko terkena infeksi,” tegas dr Saddam Ismail
 
3. Cek Kembali Lukanya
 
Dijelaskan dr Saddam Ismail lebih lanjut, jika luka bakar hanya ringan maka bisa menanganinya dengan perawatan sederhana di rumah. Akan tetapi jika lukanya lebih besar dari telapak tangan, mengenai daerah wajah, bagian organ vital, kaki.
 
Ataupun lukanya sangat sakit sekali dan tidak yakin bisa mengobati di rumah, atau menderita diabetes atau merasa kurang enak badan, atau luka mengenai anak-anak, maka bisa juga minta bantuan perawatan medis.
 
4. Oleskan Obat Luka Bakar
 
Saat terkena luka bakar, untuk mempercepat proses penyembuhan dan supaya terhindar dari infeksi maka bisa mengoleskan obat luka bakar seperti salep jenis placenta extract dan Neomycin. 
 
“Salep tersebut bisa membantu mempercepat proses penyembuhan, mencegah dan mengatasi infeksi. Tapi sebelum menggunakan salep sebaiknya bersihkan dulu luka bakar dengan cara di awal tadi,” kata dr Saddam.
 
Selain jesni salep tersebut, bisa juga menggunakan salep jenis Silver Sulfadiazine. Salep ini sekilas mirip pasta gigi karena warnanya putih. Penggunaan salep ini dapat mencegah dan mengobat infeksi, mempercepat proses penyembuhan, menjaga kelembaban kulit.
 
“Jenis salep tersebut bisa dibeli di apotek,” terang dr Saddam. 
 
5. Merawat Luka Bakar
 
Dalam merawat luka bakar jangan sampai diolesi dengan mentega, minyak, kopi, maupun pasta gigi. Selain itu gantilah perban secara berkala. Bisa dilakukan dua kali sehari atau ketika perban terasa lembab bisa langsung diganti. 
 
“Saat luka bakar biasanya ada benjolan yang melepuh. Biasanya ada yang iseng ingin memecahkan benjolan tersebut. Hal itu tidak boleh, cukup tutup area luka bakar tadi hindari luka bakar langsung terkena sinar matahari,” terang dr Saddam Ismail
 
Selain poin-poin penting tersebut, dr Saddam Ismail juga merekomendasikan mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti Ibuprofen, Paracetamol yang mudah ditemukan di apotek.
 
Akan tetapi bila luka bakar tersebut tidak kunjung sembuh, maka bisa segera mendapatkan perawatan medis.
 
 
“Jika setelah dilakukan perawatan dan luka bakar tidak ada perubahan, masih tampak kemerahan, bengkak, sakit yang tidak tertahankan, atau ada tanda-tanda infeksi seperti bernanah maka sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis supaya lukanya cepat sembuh,” pungkas dr Saddam Ismail.***

Editor: Ayu Nida

Sumber: YouTube Saddam Ismail

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X