Asosiasi Travel Umrah Desak Pemerintah Selesaikan Teknis Penyelenggaraan Umrah

- Selasa, 2 November 2021 | 20:55 WIB
Asosiasi Travel Umrah Desak Pemerintah Selesaikan Teknis Penyelenggaraan Umrah (Photo by Shams Alam Ansari from Pexels)
Asosiasi Travel Umrah Desak Pemerintah Selesaikan Teknis Penyelenggaraan Umrah (Photo by Shams Alam Ansari from Pexels)
KABAR RAKYAT  - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau Amphuri buka suara terkait belum jelasnya teknis pelaksanaan umrah di Indonesia
 
Padahal sudah ada nota diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi terkait dibukanya kembali umrah untuk jamaah haji asal Indonesia
 
Dalam rilisnya, Selasa 2 November 2021, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP Amphuri), Firman M Nur mengatakan, pihaknya mengingatkan pemerintah untuk segera menyelesaikan hal-hal teknis dalam penyelenggaran umrah antara Indonesia dan Arab Saudi. 
 
Firman menilai sejak diterimanya nota diplomatik dari Kerajaan Arab Saudi ke Pemerintah Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu, 9 Oktober 2021 yang lalu,  hingga kini tidak ada kejelasan lagi.
 
“Sebagaimana yang disampaikan Menlu Retno Marsudi dalam konperensi persnya beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mendapatkan nota diplomatik dari Arab Saudi terkait telah dibukanya kembali umrah bagi jamaah asal Indonesia. Namun sudah hampir satu bulan masih belum ada kepastian, sementara jamaah terus mendesak kapan bisa berangkat,” ujar Firman di Jakarta, Selasa (2/11).
 
Firman mengaku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di Kementerian Agama. Sebab Kementerian Agama sebagai Leading Sector memang langsung merespon dan terus berkoordinasi dengan lintas kementerian/lembaga, termasuk dengan asosiasi penyelenggara umrah. Akan tetapi sampai kini belum ada kepastian terkait teknis pemberangkatan tersebut. 
 
"Ini yang membuat kami pertanyakan, ada apa sebenarnya,” kata Firman.
 
Firman menyebut ada beberapa persoalan yang belum rampung. Antara lain barcode vaksin Indonesia yang informasinya masih belum bisa terbaca di Saudi, soal syarat perjalanan umrah yang mewajibkan vaksin covid-19 dosis lengkap, termasuk jenis vaksin yang diakui oleh Saudi, sehingga perlu adanya vaksin booster terlalu lama untuk diselesaikan. 
 
“Mestinya Kementerian Kesehatan sudah bisa mengantisipasi, bahkan kami pun telah menyatakan kesiapan jika dilibatkan,” ujarnya.
 
Firman juga mengatakan, sejauh ini koordinasi Amphuri dengan pihak penerbangan terus berjalan dan telah sepakat siap untuk kembali menerbangkan jamaah ke Jeddah atau Madinah. Begitu pula dengan seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) sudah menyatakan bersiap untuk kembali melayani umat Islam Indonesia
 
Amphuri juga telah menyampaikan langkah-langkah kongkrit terkait penyelenggaraan ibadah umrah kepada pemerintah. Antara lain, agar pemerintah mencabut kewajiban karantina ketika jamaah sampai di tanah air sepulang umrah
 
"Karantina hanya bagi yang tes PCR-nya positif saja," tukas Firman. 
 
Soal ketika Pemerintah Arab Saudi mempersyaratkan vaksin booster bagi jamaah yang sebelumnya sudah divaksin Sinovac/Sinopharm, maka Firman mengusulkan agar pemerintah memfasilitasinya.
 
Selain hal itu, Amphuri juga mengusulkan pemberlakuan One Gate Policy (Kebijakan pemberangkatan hanya melalui satu pintu) embarkasi perlu ditinjau karena kondisi geografis jamaah Umrah yang tersebar di seluruh Indonesia. Minimal diadakan embarkasi di 4 kota yaitu Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
Firman juga berharap Kementerian Agama mengkaji ulang rencana karantina di asrama haji pra keberangkatan. Rencana ini dinilai diskriminatif karena pelaku perjalanan ke luar negeri non umrah tidak diwajibkan karantina pra keberangkatan. 
 
“Jadi sebaiknya pemerintah segera menyelesaikan hal-hal yang masih menjadi kendala teknis, terlebih Saudi membuka Masjidil Haram seperti normal sebelumnya. Jangan sampai momen baik ini lewat begitu saja tanpa ada kepastian kapan kami bisa memberangkatkan jamaah umrah,” tegas Firman. ***

Editor: Ayu Nida

Sumber: Instagram @spanews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X