Kejar Target Level II, Kapolres Probolinggo Kebut Capaian Vaksinasi Lansia

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 19:39 WIB
Kapolres Probolinggo AKBP.Teuku Arsya Kadafi kejar target vaksinasi.
Kapolres Probolinggo AKBP.Teuku Arsya Kadafi kejar target vaksinasi.

KABAR RAKYAT – Pendistribusian vaksin di Kabupaten Probolinggo nampaknya masih menemui kendala di lapangan. Target 40 persen pendistribusian vaksin di Kabupaten Probolinggo, pada akhir 2021 nampaknya perlu kerja keras petugas di lapangan. Seperti vaksinasi untuk kalangan lansia yang masih 25 persen baru terealisasi, karena terkendala faktor komorbid.

Kapolres Probolinggo AKBP.Teuku Arsya Kadafi, S.I.K, S.H selaku wakil Satgas Covid  menjelaskan, ada persoalan di lapangan yang memerlukan tindakan solutif guna mempercepat pendistribusian vaksin. Selain keterbatasan personil medis di lapangan, persoalan baru muncul seperti pengguna vaksin di usia lanjut usia ( lansia). “Secara umum pendistribusian vaksin sudah mulai lancar. Target rasional dalam waktu dekat 40 persen, namun ada kendala di lapangan penguna vaksin Lansia yang umumnya terdata komorbid ( penyakit bawaan) . Pada lansia ini tentu tidak sembarangan divaksinasi. Butuh solusi medis misalnya, lansia yang terdata komorbid menggunakan vaksin jenis lain yang direkomendasikan pemerintah. Kami masih konsultasikan ke Satgas covid -19 Kabupaten Probolinggo. Sasaran  usia Lansia baru terlayani 25 persen di kabupaten Probolinggo,” jelas AKBP.Teuku Arsya Kadafi, Sabtu (30/10/2021).

Selain memastikan pendistribusikan pasokan vaksin berjalan lancar Kapolres Probolinggo mengakui, masih banyak masyarakat belum sepenuhnya menyadari dan paham akan manfaat vaksinasi covid -19. Masyarakat masih banyak yang termakan informasi hoax sehingga menolak untuk divaksin. Persoalan ini juga menjadi kendala saat program vaksinasi diluncurkan. “ Penolakan masyarakat perlu segera ditangani.Tentu perlu dukungan semua pihak untuk mengedukasi bahwa manfaat vaksinasi untuk perlindungan kesehatan di tengah pandemi covid-19. Kedepan semua akses pelayanan publik wajib vaksinasi. Nah untuk memebantu gerakan kesadaran masyarakat untuk menerima vaksin, perlu dukungan semua pihak baik tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk peran media yang menjadi mitra kerja pemerintah untuk mendorong melalui berita edukasi,”kata Arsya.

Optimilisasi pendistribusian vaksin diakui memerlukan kerja keras dan terukur. Salah satunya Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo mendorong kegiatan vaksinasi 60 orang setiap hari per Desa di 335 Desa dan 5 Kelurahan di 24 Kecamatan.” Evaluasi kami lakukan tiap 2 minggu, namun untuk setiap hari petugas lapangan melakukan upaya door to door dengan target 60 orang tervaksinasi setiap Desa. Harapannya dengan pola ini target untum menunuju level lebih rendah akan cepat realisasikan. Kabupaten Probolinggo sendiri masih level 3 ini perlu dukungan semua pihak dalam menggerakan kesadaran masyarakat terhadap manfaat vaksinasi,” terang dr.Dewi juru bicara Satgas Covid -19 Kabupaten Probolinggo, Sabtu (30/10/2021).

Dewi mengakui persoalan berita hoax yang marak dimedia sosial terkait pemberian vaksinasi membuat sebagai orang takut. Padahal hal ini sangat tidak benar. Pihaknya berharap media mainstream mampu menyajikan berita – berita edukasi  terkain manfaat vaksinasi sehingga mendorong program vaksinasi sesuai target pemerintah menurunkan level PPKM. Disisi lain penerima vaksin usia Lansia juga masih menemui kendala yang signifikan.

“ Masalahnya usia lansia itu rentan ( komorbid), karena penyakit bawaan, masalah mobilisasi ke tempat pos layanan. Sampai saat ini kita perlu kerja keras untuk meminimalisasi masalah dilapangan. Data terkini capaian vaksinasi usia lansia kisaran 22,27 – 25 persen. Kami berharap target 40 persen pemberian vaksin sudah bisa terealisasikan,”kata dr.Dewi.

Editor: Richard De Mas Nre

Tags

Terkini

X