• Selasa, 30 November 2021

Update Tabrakan Kereta LRT di Jakarta Ternyata Bukan Masinis Ngantuk, PT INKA Ungkap Penyebabnya

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:45 WIB
Update Tabrakan Kereta LRT di Jakarta Ternyata Bukan Masinis Ngantuk, PT INKA Ungkap Penyebabnya (Youtube PT Inka persero Official)
Update Tabrakan Kereta LRT di Jakarta Ternyata Bukan Masinis Ngantuk, PT INKA Ungkap Penyebabnya (Youtube PT Inka persero Official)
KABAR RAKYAT - Tabrakan kereta LRT atau Light Rail Transit di Cibubur, Jakarta Timur pada Senin 25 Oktober lansung ditanggapi oleh jajaran Direksi PT INKA. Melalui konferensi pers yang digelar secara virtual, disebut penyebab awal tabrakan itu bukan karena masinis yang mengantuk.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua rangkaian kereta Trainset atau TS mengalami tabrakan pada Senin 25 Oktober 2021 sekitar pukul 12.45 WIB. Tabrakan yang melibatkan Trainset 20 dan Trainset 29 itu tidak menimbulkan korban jiwa karena tidak ada penumpang dan masih dalam taraf pengujian. Namun masinis trainset 29 dilaporkan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
 
Menindaklanjuti tabrakan kereta LRT tersebut, Direktur Utama dan Direksi PT INKA menggelar konferensi secara virtual. Dilansir Kabar Rakyat dari unggahan kanal YouTube PT INKA Persero Official, Direktur utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, tabrakan terjadi dalam rangka pengujian yang melibatkan trainset 20 dan 29.
 
“Rangkaian trainset 29 ini di tengah-tengah, pada saat trainset 29 mau bergabung dengan trainset 20 ke arah stasiun Harjamukti terjadi benturan,” katanya.
 
Sebagai indikasi awal penyebab tabrakan, Budi menyebut dikarenakan kecepatan trainset 29 terlalu cepat. Beruntung akibat dari benturan itu masinis trainset 29 kondisinya hanya luka-luka.
 
“Ini terindikasi langsiran (trainset 29, red) yang terlalu cepat, masinisnya Alhamdulillah tidak apa-apa, luka ringan, masuk rumah sakit, tapi masih sadar. Langkah selanjutnya nanti akan datang tim dari KNKT (komite Nasional Keselamatan Transportasi, red), akan datang proses investigasi, kemudian dua trainset yang bertabrakan akan dikirim ke  PT INKA Madiun untuk diperbaiki,” papar Budi.
 
Budi mengindikasikan ada Human Error dalam musibah tersebut. Dia mengatakan masinis trainset 29 pada saat langsir membawa kereta LRT begitu cepat melebihi standar kecepatan langsir.
 
“Iya pasti terindikasi Human Error karena masinis saat langsir kecepatannya melebihi, tapi itu akan ditentukan hasil investigasi KNKT, informasi awal di lapangan seperti itu,” ungkap Budi lagi.
 
Masih kata Budi, dia menampik kemungkinan masinis trainset 29 mengalami ngantuk sehingga terjadi tabrakan. Menurut Budi, kemungkinan masinis saat itu masih berpikir.
 
“Saya pikir tidak ngantuk, mungkin masih mikir masinisnya, Kondisi masinis tidak apa-apa, jaraknya pendek (antar trainset, red) itu, kenapa cepat? nanti diinvestigasi, seharusnya pelan, nanti ketahuan yang buka KNKT,” imbu Budi.
 
Budi belum tahu apakah pasca tabrakan, pengujian kereta LRT masih dilanjutkan atau dihentikan sementara. Namun demikian Budi berharap proses investigasi dari KNKT secepatnya ditemukan sehingga jika pun dihentikan sementara, maka tidak terlalu lama sehingga proses pengujian dapat dilanjutkan kembali.
 
“Uji coba tergantung KNKT, saya berharap kalau berhenti tidak lama-lama, karena rel sebelahnya tidak apa-apa. Kan ada dua rel di situ. Kerusakan yang telihat di bagian kabin kereta, lumayan parah, setelah tim investigator selesai kami akan tarik untuk diperbaiki,” terang Budi.
 
Budi menegaskan, semua biaya perawatan kereta trainset yang terlibat tabrakan akan ditanggung sepenuhnya oleh PT INKA. Hingga kini total kerugian belum tahu. Rangkaian trainset yang rusak akan dibawa ke Madiun setelah proses investigasi KNKT selesai.
 
Namun demikian atas muibah tabrakan itu, Budi meminta maaf kepada semua pihak. Mengenai perkembangan tabrakan dua kereta LRT itu nantinya akan diupdate oleh humas PT INKA.
 
“Saya atas nama Dirut dan Direksi PT INKA memohon maaf kepada semua pihak, kepada Menteri peehubungan, menteri BUMN, maupun Menteri terkait juga, ini informasi awal, nanti kami lakukan updating melalui humas, kalau ada detail lagi kami sampikan berikutnya,” pungkas Budi Noviantoro.***

Editor: Ayu Nida

Sumber: Youtube PT INKA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X