• Selasa, 9 Agustus 2022

Propaganda China di Internet, Memicu Menurunnya Kebebasan Media

- Senin, 25 Oktober 2021 | 12:55 WIB
Ilustrasi, China telah memperkenalkan draf proposal untuk memblokir investasi swasta di outlet berita (Pixabay / PPPSDavid / 85 images)
Ilustrasi, China telah memperkenalkan draf proposal untuk memblokir investasi swasta di outlet berita (Pixabay / PPPSDavid / 85 images)

Banyak ahli percaya peraturan tersebut akan menyebabkan penurunan lebih lanjut dari kebebasan media.

Secara tradisional, media seperti surat kabar didanai sebagian besar melalui sektor publik sementara berita online lainnya lebih bergantung pada investasi swasta atau asing.

Berita ini telah tayang di Pikiran Rakyat dengan judul: Bungkam Suara Oposisi, China Berencana Memblokir Investasi Swasta di Media

Cheng Yizhong, yang mengelola situs web berita untuk diaspora Tiongkok di AS, mengatakan pendanaan pemerintah telah menjadi sumber pendapatan utama bagi media di Tiongkok sejak 1990-an.

China terus melakukan sensor, pengawasan, dan propaganda internet ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikannya salah satu negara terburuk di dunia bagi jurnalis dan 'penjara terbesar' juru tulis, menurut Reporters Without Borders (RSF).

Laporan yang diterbitkan pada bulan Maret tahun ini juga mencatat bahwa Presiden Xi Jinping telah melakukan sensor online, pengawasan, dan propaganda ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak ia menjadi pemimpin China pada tahun 2013.

Baca Juga: Temu Mayat Di Kebun Tebu Glenmore Jadi viral

Cyberspace Administration of China (CAC), sebuah badan yang secara pribadi diawasi oleh Xi, telah menerapkan berbagai tindakan yang bertujuan untuk mengendalikan informasi yang dapat diakses oleh 989 juta pengguna Internet di China. *** (Nur Annisa)

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Sumber: Pikiran Rakyat, NDTV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X