• Selasa, 30 November 2021

Partai Militer Myanmar Mendesak Junta Untuk Membuka Dialog dengan Lawan Kudeta

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:56 WIB
Ilustrasi, partai militer Myanmar pada hari Jumat 22 Oktober 2021 mendesak junta untuk membuka dialog dengan lawan kudeta (Pixabay / Clker-Free-Vector-Images / 29563 images)
Ilustrasi, partai militer Myanmar pada hari Jumat 22 Oktober 2021 mendesak junta untuk membuka dialog dengan lawan kudeta (Pixabay / Clker-Free-Vector-Images / 29563 images)

KABAR RAKYAT, INTERNASIONAL - Keputusan ASEAN yang hanya akan mengundang seorang tokoh non-politik negaranya pada pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mendatang, ditolak oleh pemerintah junta Myanmar pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Kepala negara atau pemerintahan Myanmar menikmati hak yang sama dan penuh untuk berpartisipasi dalam pertemuan KTT ASEAN. Demikianlah kementerian luar negeri junta militer mengatakan dalam siaran persnya.

ASEAN telah memutuskan bahwa pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing akan dikecualikan dalam pertemuan KTT tersebut yang akan diselenggarakan pada 26-28 Oktober 2021.

Baca Juga: Resmi Pilkades Serentak Tahun 2021 di Banyuwangi Akan Digelar 17 Nopember 2021

Sebagai gantinya, ASEAN mengatakan Myanmar akan diwakilkan oleh seorang tokoh non-politik dalam pertemuan itu.

"Myanmar tidak akan berada dalam posisi untuk menerima hasil apapun dari diskusi dan keputusan yang bertentangan dengan ketentuan, tujuan dan prinsip-prinsip Piagam ASEAN," kata kementerian luar negeri dalam rilisnya, dilansir Kabar-Rakyat.id mengutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Strait Times.

Sejak kudeta Februari lalu, dilaporkan lebih dari 1.000 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar, sementara ribuan lainnya ditangkap.

Baca Juga: Berlebihan Minum Air Putih Sebabkan Ginjal Tak Sehat, dr Saddam Ismail: Bisa Keracunan

Namun, junta Myanmar mengatakan jumlah korban tewas tersebut telah dilebih-lebihkan.

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Sumber: Pikiran Rakyat, Strait Times

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X