• Selasa, 30 November 2021

Santri yang Diduga Korban Pencabulan oleh Pengasuh Ponpes di Mojokerto Alami Trauma, Lebih Banyak Diam

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:39 WIB
Kuasa hukum korban  M Doufi (M Yunan Muzzaki)
Kuasa hukum korban M Doufi (M Yunan Muzzaki)
KABAR RAKYAT - Kasus pencabulan seorang santri di Mojokerto yang diduga dilakukan oleh oknum pengasuh Ponpes atau pondok Pesantren segera ditindak lanjuti oleh penyidik Polres Mojokerto. 
 
Saat ini pengasuh berinisial AM (52) tahun itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Mojokerto guna penyidikan lebih lanjut. 
 
Hal tersebut disampaikan oleh M Doufi, Kuasa Hukum korban saat ditemui di sebuah rumah makan di Kota Mojokerto, Kamis (21/10) siang. 
 
Menurut Doufi, pihaknya mengapresiasi gerak cepat dari penyidik polres Mojokerto dalam menangani perkara tersebut. 
 
"Sangat puas dengan tindakan penyidik dari polres Mojokerto, bertindak cepat atas laporan warga, saya apresiasi dengan baik," ujarnya. 
 
Doufi menceritakan, saat ini kondisi santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan dan persetubuhan itu mengalami trauma
 
"Terakhir ketemu saya, dia sangat trauma, sangat terpukul, sangat tertutup sekali, hampir tidak mau komunikasi dengan siapapun, dengan saya pun agak menjaga dia, dengan orang tua pun belum terbuka secara 100 persen, trauma, terpukul, masih banyak diam, pendiam sekali dia," papar Doufi. 
 
Untuk memulihkan beban psikologis gadis berumur 14 tahun tersebut, pihaknya meminta bantuan _trauma healing._
 
"Yang jelas kami memohon kepada pemerintah untuk memberikan bantuan _trauma healing_ karena depresi anak ini biar kembali tercover lagi dengan dunianya, seperti semula," terang Doufi. 
 
Doufi menyebut santriwati tersebut kesehariannya biasa, ceria seperti anak pada umumnya, bahkan sudah hapal beberapa juz alquran. 
 
"Dia hapal 6 juz alquran, setelah ada hal seperti ini semakin pendiam dia," imbuh Doufi. 
 
Mengenai kemungkinan ada korban lain, Doufi tidak mau berandai-andai. 
 
"Saat ini masih satu itu, fakta lain belum ada, masih satu orang, kita ikuti penyidik bagaimana prosesnya nanti, yang jelas penyidik sudah cepat menangani perkara ini," ujarnya. 
 
Masih kata Doufi, korban sudah mengalami pelecehan ketika duduk di kelas 5 SD. Saat ini korban di bangku SMP kelas dua.
 
"Saat ini belum ada indikasi ke sana (hamil, ref), hanya trauma, korban kesal dengan perlakuan-perlakuan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya. Seolah-olah dia tidak mengira tindakan apa nyang didapatkan dari pelaku, karena usianya jauh. Mungkin perkembangan, dia mulai berpikir kok dibeginikan, akhirnya lapor kepada orangtuanya," pungkas Doufi. 
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang oknum pengasuh Ponpes di kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dilaporkan ke Polres Mojokerto karena diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap santrinya yang berasal dari Sidoarjo. Pelaku berinisial AM (52) kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Mapolres Mojokerto. 
 
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo sebelumnya mengaku sangat serius menangani kasus tersebut. 
 
"Ini merupakan komitmen kami untuk melindungi anak-anak dan generasi muda Indonesia," tegas AKP Andaru, (18/10). ***

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X