• Selasa, 30 November 2021

Biadab, Oknum Pengasuh Ponpes di Mojokerto Dilaporkan Diduga Cabuli Santrinya

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:06 WIB
Biadab, Oknum Pengasuh Ponpes di Mojokerto Dilaporkan Diduga Cabuli Santrinya (M Yunan Muzzaki)
Biadab, Oknum Pengasuh Ponpes di Mojokerto Dilaporkan Diduga Cabuli Santrinya (M Yunan Muzzaki)
KABAR RAKYAT, MOJOKERTO – Tindakan biadab dilakukan oleh oknum pengasuh ponpes atau pondok pesantren di Mojokerto
 
Oknum tersebut dilaporkan ke Polres Mojokerto karena diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap salah seorang santriwatinya yang masih berumur 14 tahun.
 
Polres Mojokerto lantas bergerak cepat dengan memeriksa terlapor dan para saksi. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, pihaknya pada hari jumat, 15 Oktober 2021 menerima laporan adanya kasus persetubuhan dna pencabulan yang terjadi pada anak gadis usia 14 tahun.
 
Dalam laporan itu korban mengatakan bahwa dirinya telah dicabuli dan disetubuhi oleh oknum pengasuh di sebuah pondok yang ada Mojokerto.
“Prosesnya sekarang sudha dalam penyelidikan, saksi-saksi sudah kami periksa, korban sudah kami lakukan visum, dan hari ini Senin (18/10) kami melakukan pemeriksaan terlapor,” katanya Senin, 18 Oktober 2021.
 
Ditambahkan AKP Andaru, korban merupakan santri dari ponpes yang diasuh terlapor. Polres Mojokerto sudah melakukan pemeriksaan terhadap saks-saksi, dan mencoba menggali keterangan lagi terhadap saksi maupun korban apakah ada korban lain yang mengalami kejadian serupa. 
 
“Intinya kami serius dalam penanganan ini, bahkan hari jumat dilaporkan, langsung kami melakukan gerak kami tidak mau berlama-lama menangani kasus ini, ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melindungi anak-anak, melindungi generasi muda Indonesia,” pungkasnya.
 
Sementara itu, pengamatan Kabar Rakyat di lokasi, pada Selasa (19/10) sore, ponpes tersebut dalam keadaan sepi tidak berpenghuni. Cuaca di lokasi sedang hujan cukup lebat. Ponpes yang dimaksud berada di kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Terlapor adalah oknum pengasuh inisial AM (52).
 
Ponpes yang dimaksud tidak begitu besar, bahkan hampir menyerupai rumah warga pada umumnya. Hanya saja dibagian atas pagar terdapat bekas rangka yang diduga sebelumnya untuk memasang Banner pesantren tersebut.
 
Pagar ponpes yang berawarna hitam dan terbuat dari besi itu sudah diberi tanda oleh polisi. Tidak ada pertanda ada penghuni lain di ponpes tersebut karena pintu dan pagar terkunci.
 
Menurut Imron, pemilik rumah yang berada di sebelah timur ponpes tersebut mengatakan, pondok disegel oleh beberapa polisi pada Selasa (19/10) pagi. Namun Imron tidak tahu menahu perihal tindakan oknum pesantren tersebut.
 
“Banyak, tadi pagi banyak polisi di sini, ya berjaga-jaga di sini (depan rumahnya, red),” kata Imron saat ditemui, Selasa (19/10) Sore.
 
Imron juga tidak tahu menahu perihal berapa jumlah santri di ponpes tersebut. Dirinya berdalih kerja di luar kota (Gresik, red) dan pulang seminggu sekali. Imron yang juga kakak kandung dari K, Istri AM juga jarang berkecimpung dengan AM. 
 
Imron menyebut AM berasal dari Lamongan. Saat ini ketiga anak AM dan Istri AM tidak berada di ponpes tersebut. Mereka dipindahkan ke suatu tempat. 
 
“Tidak ada orang di dalamnya, enggak tahu kemana, anaknya tiga,” pungkasnya.***

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X