• Senin, 25 Oktober 2021

Mahasiswa Dibanting Polisi, Rocky Gerung Pertanyakan Kejeniusan Jokowi: Tidak Mungkin Plonga-plongo

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:18 WIB
Mahasiswa Dibanting Polisi, Rocky Gerung Pertanyakan Kejeniusan Jokowi: Tidak Mungkin Plonga-plongo (Instagram.com/@rocky.gerungofficial/Tangkapan Layar)
Mahasiswa Dibanting Polisi, Rocky Gerung Pertanyakan Kejeniusan Jokowi: Tidak Mungkin Plonga-plongo (Instagram.com/@rocky.gerungofficial/Tangkapan Layar)
KABAR RAKYAT - Viral video seorang oknum polisi banting mahasiswa di Tangerang hingga kejang menjadi perhatian publik. 
 
Dalam video yang beredar, seorang polisi yang menjaga mahasiswa berdemo terlihat menangkap seorang mahasiswa dan kemudian membantingnya. 
 
Parahnya lagi, mahasiswa tersebut mengalami kejang-kejang. Terlihat beberapa polisi berusaha memberikan pertolongan terhadap mahasiswa itu.
 
Dilansir Kabar Rakyat dari unggahan video di kanal YouTube Rocky Gerung Official yang diunggah, Kamis 14 Oktober 2021, pengamat politik Rocky Gerung mempertanyakan  kejeniusan yang disematkan Profesor Kishore Mahbubani, Peneliti Asia Research Institute, National University of Singapore kepada presiden Joko Widodo beberapa hari yang lalu. 
 
Rocky Gerung menyimpulkan bahwa fakta video itu membuktikan bahwa presiden Jokowi bukan pemimpin jenius. 
 
Di dalam perbincangan bersama Hersubeno Arief, jurnalis senior yang menjadi Host dalam kanal tersebut, Rocky Gerung menyebut tanda-tanda kerusakan sudah tampak kasat mata. 
 
"Itu disaksikan oleh wartawan internasional, beritanya ditonton seluruh dunia," ujar Rocky Gerung di pembukaan video. 
 
Rocky Gerung mengatakan, kejeniusan presiden bukan karena dirinya, tapi agregat dari kemampuan dia untuk menghasilkan demokrasi, kemakmuran dan keadilan.
 
"Sekarang dibantingnya seorang mahasiswa itu menunjukkan Jokowi gagal menunjukkan bahwa kemanusiaan yang adil beradab harus mendahului kekasaran kepolisian," terang Rocky Gerung
 
Sekarang presiden yang jenius, imbuh Rocky Gerung, mestinya 20 menit ketika berita-berita beredar, presiden memberi teguran bahwa pemimpin indonesia tidak menghendaki kekerasan di jalan karena brrtentangan dengan kejenusan. 
 
"Kalau setelah 20 menit dia diem doang, maka plonga plongonya yang keluar, seorang yang jenius tidak mungkin plonga-plongo terhadap fakta di lapangan yang sekarang jadi pembicaraan di dunia," Imbuhnya. 
 
Peristiwa dibantingnya mahasiswa okeh polisi disebut Rocky Gerung sebagai 'kejeniusan' Jokowi dalam meminggirkan demokrasi. 
 
"Ini pertanda yang sangat keras bahwa seluruh pujian untuk jokowi batal hanya dengan video yang viral itu, jadi bagaimana mungkin para Cebong ini mau menyelamatkan muka Jokowi sebagai orang jenius sementara kekesaran itu ada di jalan raya. Jadi sekali lagi politik bohong membohongi itu langsung dibatalkan oleh fakta itu," Kata Rocky. 
 
Reaksi dari istana ditunggu oleh Rocky Gerung. Reaksi yang bukan sekedar konferensi pers. Kalaupun bukan Jokowi, Rocky Gerung berharap menteri seperti Machfud MD tampil untuk berbicara bahwa kekerasan itu bertentangan dengan demokrasi dan intelektualitas. 
 
Di akhir video, Rocky Gerung menegaskan kemunafikan  ada dalam kekuasaan. Pemerintah disebut takut untuk melihat realitas dan berupaya membungkus itu yang disebut kejeniusan.***

Editor: Ayu Nida

Sumber: YouTube Rocky Gerung Official

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alhamdulillah, Ada Orang Protes

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:06 WIB
X