• Senin, 25 Oktober 2021

Tangkal Paham Radikalisme, FKPT Gandeng Pemuda Dorong Pelajar - Guru Ikut Lomba Vidio Kreatif  

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:39 WIB
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim bersama pemuda diskusi di Kantor Bakesbangpol Jatim, Surabaya. (Ist/Kava)
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim bersama pemuda diskusi di Kantor Bakesbangpol Jatim, Surabaya. (Ist/Kava)

KABAR RAKYAT, SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gelar lomba vidio kreatif melibatkan partisipasi pelajar - guru sebagai peserta. Maka FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) gandeng pemuda ikut sukseskan lomba, harapannya bisa raih MURI.  

Lomba vidio kreatif bertema 'Indonesia Tangguh' dan lomba guru pelopor moderasi beragama di sekolah. Pesertanya, selain guru formal juga guru non formal, seperti guru pondok pesantren dengan ketentuan umum, dikutip dari Instagram akun @fkptcenter.

Dr. Hesti Armiwulan, S.H, M.Hum., Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim Periode 2020 - 2022, lomba ini menginternalisasikan nilai-nilai agama dan budaya dengan pembentukan guru pelopor moderasi beragama di sekolah, Rabu (13/10), di Kantor Bakesbangpol Jatim.

Perlombaan ini, kata Hesti, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan pada paham radikalisme dan terorisme pada pelajar dan guru, khususnya Jatim.

Baca Juga: Proyeksi 2030, Niaga Elektronik Kuasai Ekonomi Digital di Indonesia, Segini Kontribusinya

Harapan mantan Wakil Ketua KOMNAS HAM RI (2007 – 2010) juga Dosen Hukum Ubaya itu, "Jatim terus menjadi provinsi terbaik dan terus berpartisipasi, termasuk seluruh guru. Sehingga Jatim mendapatkan rekor muri dari segi kuantitas dan kualitas".

Banyak guru yang turut partisipasi, sedangkan dari sisi kualitas guru Jatim dikenal sebagai pendidik yang cukup komprehensif tentang moderasi beragama. Sehingga akan mampu mengajak anak didiknya jadi warga negara masyarakat dan warga bangsa berpengetahuan Pancasila dan UUD 1945.

"Sehingga kita dapat mewujudkan cita-cita pendiri bangsa Indonesia yaitu terwujudnya negara yang adil, makmur, dan sejahtera. Partisipasi murid dan guru sangat dibutuhkan dalam lomba itu," ungkap perempuan pegiat HAM saat bertemu para pemuda berkunjung di kantornya.

Baca Juga: Sosialisasi Peningkatan Plafon KUR Sasar Kampus Guna Mendorong Mahasiswa Berwirausaha Sejak Dini

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Artikel Terkait

Terkini

X