• Kamis, 27 Januari 2022

8 Penyebab Janin Bayi Kurang Bergerak, Dokter Saddam Ismail: Ibu Hamil Harus Tahu

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:28 WIB
Tangkapan layar YouTube di chanel Dokter Saddam Ismail (YouTube)
Tangkapan layar YouTube di chanel Dokter Saddam Ismail (YouTube)

KABAR RAKYAT, KESEHATAN - Penyebab gerakan janin berkurang merupakan hal penting diketahui oleh ibu hamil. Ibu Hamil tidak perlu panik, dokter Saddam Ismail menjelaskan detailnya ada 8 faktor penyebabnya.

Dijelaskan, doktor Saddam, ketika memasuki usia kehamilan lima bulan, ibu hamil sudah bisa merasakan gerakan janin, tendangan janin dan sebagainya.

Jika janin aktif bergerak, itu tandanya janin normal dan sehat. Sebaliknya apabila janin yang tadinya aktif bergerak, kemudian tiba-tiba gerakannya berkurang atau tidak bergerak sama sekali, maka tidak ada salahnya segera periksa ke dokter.

Berikut delapan penyebab gerakan bayi berkurang menurut dr Saddam Ismail.

Dilansir Kabarrakyat.id dari unggahan YouTube Chanel Saddam Ismail pada 12 Oktober 2021, berikut ini penyebab janin kurang bergerak.

Baca Juga: Kuota Internet Bagi 26,6 Juta Pendidik dan Peserta Didik Cair Pada Oktober 2021

1. Janin Tidur
Janin juga memiliki jam tidur sejak dalam kandungan. Tentang waktunya antara 20-40 menit. Maksimal 90 menit lama janin tidur. Tentu saja saat janin tidur maka sang ibu akan merasakan gerakan janin berkurang atau bahkan tidak bergerak sama sekali.

2. Posisi Bayi
Kalau posisi bayi berada di dekat tulang belakang, maka meskipun bayi itu bergerak, tapi ibu hamil tidak merasakannya karena posisinya di belakang.

3. Air Ketuban Sedikit
Air ketuban berfungsi melindungi bayi. Bayi akan aktif bergerak di air ketuban. Jika air ketuban sedikit maka gerakan janin akan berkurang atau tidak bergerak sama sekali.

4. Ibu Hamil Stres dan Masalah Nutrisi
Ini berpengaruh pada bayi. Jadi ibu hamil jangan sampai stres lama-lama.
"Boleh stres kalau sekali enggak apa-apa, karena nanti ada hormon stes yang mempengaruhi bayi," ujar dr Saddam.

Ibu hamil yang dehidrasi, malas makan dan minum, menurut dr Saddam juga mempengaruhi gerakan janin. "Kalau ibu hamil malas makan, maka nutrisi yang tersalurkan ke janin sedikit, sehingga bayi kurang bergerak," imbub dr Saddam.

5. Janin Mengalami Masalah Pertumbuhaan
Ini diketahui setelah USG atau Uktrasonografi, ukuran bayi tidak sesuai dengan usianya. Misal ukuran lebih kecil.

"Ibu hamil merasa gerakan janinnya berkurang karena ukuran janin kecil," kata dr Saddam.

6. Hipoksia
Hipoksia artinya kekurangan oksigen. Menurut dr Saddam, kondisi tersebut termasuk kategori tidak baik-baik saja. Bisa disebabkan tali pusat yang tertekuk, atau masalah lainnya yang menyebabkan oksigen dari plasenta menurun.

"Sehingga menyebabkan masalah perkembangan bayi secara menyeluruh, misalnya gangguan otak, pokoknya bisa berbahaya bagi janin, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter," ucap dr Saddam.

Baca Juga: Baim Wong Akhirnya Meminta Maaf Kepada Kakek Suhud, Bahkan Berniat Akan Menemuinya

7. Janin Meninggal di dalam Kandungan
Biasanya ibu hamil merasakan gerakan bayinya dari hari ke hari terus berkurang.

"Ini memungkinkan janin dalam kandungan bisa meninggal, ini sering saya temui di rumah sakit, gerakan janin terlihat sepele, tapi ini kondisi yang ibu hamil harus ketahui," tukas dr Saddam.

8. Lepasnya Plasenta dari Dinding Rahim
Kalau seandainya ada gangguan dari plasenta, itu akan mempengaruhi bayi, mulai oksigen, nutrisi, kalau kondisinya serius bisa menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan.

Jika gerakan janin berkurang selama dua jam, dr Saddam menyarankan untuk periksa ke dokter. "Kalau ibu hamil selama dua jam tidak merasakan gerakan bayi sebanyak 10 kali, maka tidak ada salahnya periksa ke dokter spesialis kandungan, dari pada meraba-raba sendiri," kata dr Saddam.

Baca Juga: Rizki Billar sudah Tahu Jenis Kelamin Calon Bayinya, Lesti Kejora Ingatkan Satu Hal

Di akhir video, dr Saddam memberi tips jika gerakan bayi berkurang, coba dengan istirahat sebentar, dan konsumsi minuman manis. Dapat disajikan dengan air hangat atau dingin untuk merangsang perut ibu hamil.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPOM Resmi Setujui 5 Vaksin Covid-19 Sebagai Booster

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:13 WIB
X