• Sabtu, 4 Desember 2021

Kuota Internet Bagi 26,6 Juta Pendidik dan Peserta Didik Cair Pada Oktober 2021

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:23 WIB
Ilustrasi Mendikbudristek mencairkan kuota internet pada Oktober 2021 (Pixabay)
Ilustrasi Mendikbudristek mencairkan kuota internet pada Oktober 2021 (Pixabay)

KABAR RAKYAT - Sejumlah 26,6 juta pendidik dan peserta didik di periode Oktober 2021 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menyalurkan bantuan kuota data internet.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa pembelajaran tatap muka atau PTM masih belum bisa dilaksanakan secara full atau maksimal.

Sehingga terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, yang masih dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bantuan kuota internet diharapkan mampu melancarkan proses pembelajaran tersebut.

Baca Juga: Baim Wong Akhirnya Meminta Maaf Kepada Kakek Suhud, Bahkan Berniat Akan Menemuinya

Hal ini disampaikan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, menyampaikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2021.

“Bantuan kuota data internet kembali disalurkan di bulan Oktober ini kepada sejumlah 26,6 juta penerima untuk menunjang pembelajaran baik bagi yang sudah PTM terbatas, maupun yang masih PJJ,” ujar Nadiem.

Selain itu, dalam periode Oktober 2021 ini, dia menjelaskan bantuan kuota data akan disalurkan ke 24,9 juta nomor ponsel peserta didik jenjang PAUD, hingga pendidikan tinggi serta 1,73 juta pendidik jenjang PAUD hingga pendidikan tinggi.

Baca Juga: 33 Pemain Timnas U-23 Jalani Pemusatan Latihan di Tajikistan, Ini Pesan dari Ketum PSSI Iwan Bule

“Kuota data disalurkan kepada nomor-nomor ponsel yang telah berhasil diverifikasi dan divalidasi sehingga dipastikan akan menerima bantuan,” kata Nadiem.

Sebelumnya, Nadiem Makarim menjelaskan, pada September 2021, Kemendikbudristek telah menyalurkan bantuan data kuota internet kepada 24,4 juta pengguna.

“Bulan ini ada penambahan kuota sebanyak 2,2 juta penerima dibanding pada September lalu, karena ada pemutakhiran nomor ponsel yang sudah diverifikasi dan divalidasi,” tutur Nadiem.

Baca Juga: Pecah Rekor, 'Squid Game' Jadi Serial Film Terbanyak di Netflix dengan 111 Juta Penonton Streaming

Demikian untuk keseluruhan bantuan kuota data internet di tahun 2021 merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman, dan aplikasi kecuali yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek: https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

“Jangan mudah terpancing informasi tidak benar yang beredar. Informasi terpercaya hanya dikeluarkan oleh portal atau media sosial resmi Kemendikbudristek,” kata Nadiem.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin), M Hasan Chabibie mengingatkan, agar kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi dapat memutakhirkan data nomor ponsel peserta didik dan pendidik pada sistem data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti).

Berita ini telah tayang di Pikiran Rakyat dengan judul: Cair Oktober 2021, Bantuan Kuota Belajar Kemendikbudristek Masih Berlanjut

Tak hanya itu, dia juga meminta agar tidak lupa untuk mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) pada portal https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk PAUD, pendidikan dasar dan menengah, atau https://kuotadikti.kemdikbud.go.id untuk jenjang pendidikan tinggi.

"Agar semua peserta didik dan tenaga pendidik mendapatkan bantuan data kuota internet ini, kami harap kepala sekolah dan pimpinan pendidikan tinggi dapat memutakhirkan data nomor ponsel pada Dapodik dan PDDikti, agar semua warga pada satuan pendidikan dapat menerima bantuan ini,” kata Hasan Chabibie.

Sebagaimana dilansir KabarRakyat.id mengutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara, pada September 2021, Kemendikbudristek telah menyalurkan bantuan data kuota internet kepada 24,4 juta pengguna.

Baca Juga: Seorang Kakek Asal Badean Rogojampi Ditemukan Gantung Diri Dirumahnya

“Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap oleh penyedia jasanya pada setiap tanggal 11 sampai 15 pada bulan September, Oktober, dan November 2021, dengan masa berlaku selama 30 hari sejak kuota data diterima,” ujar Kapusdatin lagi.*** (Nurul Khadijah)

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komunitas Menatap Indonesia, Butuh Volunteer Baru

Selasa, 2 November 2021 | 19:46 WIB

5 Mahasiswa Baru UNEJ 2021 Masih berusia 16 Tahun

Minggu, 19 September 2021 | 17:31 WIB

BEM UNIBA Gandeng Polresta Gelar Vaksinasi Mahasiswa

Jumat, 17 September 2021 | 05:10 WIB
X