• Jumat, 22 Oktober 2021

Meresahkan dan Merugikan Masyarakat, Kapolri Perintahkan Jajaran Polda Tindak Tegas Pinjol Ilegal

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:53 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,  (TRIBATANEWS)
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., (TRIBATANEWS)

KABAR RAKYAT, Jakarta - Keberadaan Pinjaman online (Pinjol) illegal yang semakin menjamur yang semakin meresahkan dan merugikankonsumen yang sebagian besar masyarakat bawah.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polda untuk menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau pinjaman online ilegal.

Tindakan itu selama ini dinilai telah merugikan banyak masyarakat. Hal tersebut, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Ir. H. Joko Widodo yang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan pinjol.

Baca Juga: Prof Henry Subiaktoo Anggap Bulian di Sosmed Sebagai Contoh Bahan Ngajar yang Asyik

“Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat. Sehingga dibutuhkan langkah penanganan khusus,” Jelas Kapolri dalam arahannya kepada Polda melalui daring dari Mabes Polri, Jakarta pada selasa kemarin seperti dilansir Kabar Rakyat dari Tribatanews.polri.go.id, Rabu,13 Oktober 2021.

Adapun pelaku kejahatan pinjol, seringkali memberikan promosi atau tawaran yang mampu membuat masyarakat tergiur dalam menggunakan jasa layanan tersebut, Sehingga, hal itulah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya korban pinjol.

Baca Juga: Densus 88 Dituding Islamofobia, Islah Bahrawi: Menurut Saya Orang yang Pintar tapi Pura-pura Bodoh

Di tengah situasi pandemi Covid-19, penyelenggara pinjol juga memanfaatkan situasi masyarakat yang perekonomiannya terdampak.

Menurut kapolri, pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya.

Hal yang membuat masalah pinjol ilegal bertambah miris lagi, Kapolri menyebut, ada beberapa kasus bunuh diri lantaran tak mampu bunga yang besar dari pinjol ilegal tersebut.

Baca Juga: Perketat Wisman, Hanya 6 Negara Ini Saja yang Diperbolehkan Pemerintah Untuk Berwisata ke Pulau Dewata Bali

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar,” Jelasnya.

Lebih jauh, Kapolri mengungkapkan, hingga Oktober 2021, Polri tercatat menerima sebanyak 370 laporan polisi terkait kejahatan pinjol ilegal.

Baca Juga: Tamara Bleszynski Datangi Bareskim Polri Akibat Merugi Belasan Milliar Hingga Minta Keadilan, Ada Apa?

Dari jumlah tersebut, 91 di antaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan dan tiga tahap penyidikan.

Karena itu, dari segi Pre-Emtif, Kapolri menekankan kepada seluruh jajarannya untuk aktif melakukan edukasi dan sosialisasi serta literasi digital kepada masyarakat akan bahayanya memanfaatkan layanan pinjol ilegal.***

Editor: Hariyadi

Sumber: TribataNews

Tags

Terkini

Tips Agar Lolos Seleksi CPNS Kemenag, Begini Caranya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:20 WIB
X