• Senin, 25 Oktober 2021

Polri Janji Lebih Peka Dengar Keluhan dan Laporan Masyarakat, Akibat Ramai Tagar PercumaLaporPolisi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:01 WIB
Polri Janji Lebih Peka Dengar Keluhan dan Laporan Masyarakat, Akibat Ramai Tagar PercumaLaporPolisi (humas.polri.go.id)
Polri Janji Lebih Peka Dengar Keluhan dan Laporan Masyarakat, Akibat Ramai Tagar PercumaLaporPolisi (humas.polri.go.id)

KABAR RAKYAT - Tagar #PercumaLaporPolisi yang beberapa hari ini ramai diperbincangkan di media sosial Twitter turut menjadi perhatian Polri. Oleh karenanya, korps bhayangkara berkomitmen untuk mendengarkan setiap keluhan dan laporan dari masyarakat.

Adapun tagar ini muncul akibat dari penghentian kasus dugaan tiga anak yang diperkosa ayah kandungnya di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dilansir oleh Kabar Rakyat dari Youtube TVOne, tagar #PercumaLaporPolisi menjadi viral di media sosial, tagar tersebut adalah bentuk kemarahan netizen terhadap penanganan kasus pemerkosaan 3 orang anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya.

Alih-alih menangkap pelaku, kepolisian malah menghentikan kasus pemerkosaan tersebut.

 Baca Juga: Bersih-Bersih Masjid Jadi Agenda Rutin Ikatan Alumni SMP Negeri 4 Pamekasan Lulusan Tahun 1992

Menanggapi tagar yang viral tersebut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengklaim bahwa aparat kepolisian selalu memproses setiap laporan masyarakat.

Proses penegakan hukum itu kata dia, juga mesti didasari barang bukti. 

"Yang jelas apabila setiap laporan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian di bidang penegakan hukum pasti akan ditindaklanjuti," kata Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Tentunya akan diproses kepolisian sendiri didasari dari alat bukti," jelas Rusdi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2021).

 Baca Juga: Masyarakat Ucapkan Apresiasi Atas Gelaran Vaksinasi Kedua ISNU dan FRB Rogojampi

Menurut Rusdi, setiap laporan masyarakat yang didasari alat bukti dan ditemukan adanya unsur pidana sudah pasti diproses sampai tuntas. Namun sebaliknya apabila tidak ditemukan cukup bukti yang kuat maka akan dilakukan penghentian penyidikan.

Sementara Polres Luwu Timur menyatakan, dihentikannya kasus dugaan kekerasan seks tersebut dilakukan karena tidak adanya cukup bukti.

Kombes Pol E Zulpan selaku Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan juga memberikan keterangan bahwa hasil visum kedua ini, tim dokter dalam rekomendasinya menyatakan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada alat kelamin ketiga anak tersebut.

Tidak ada hal-hal yang menunjukkan terjadi kekerasan fisik secara seksual, sehingga pencabulan ini kurang bukti pada saat itu. Selanjutnya penyidik melakukan gelar perkara di Polda Sulsel pada bulan Oktober 2020.

 Baca Juga: Kronologi Nikita Mirzani Ajak Netizen Unsubscribe YouTube Baim Wong: Makanya Saya Heppy Sekarang

Berdasarkan hasil gelar perkara tersebut mengeluarkan rekomendasi penghentian penyidikan kasus ini didasari karena tidak adanya cukup bukti.

Polri sebelumnya juga telah menegaskan bahwa penyelidikan kasus ini masih belum final. Penyidik berpotensi membuka kembali penyelidikan kasus ini apabila ditemukan barang bukti baru.

Sementara dengan viralnya tagar tersebut mengundang lembaga bantuan hukum Makassar, telah melayangkan surat kepada Mabes Polri untuk membuka kembali kasus tersebut.***

Halaman:

Editor: Ayu Nida

Sumber: YouTube tvOneNews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alhamdulillah, Ada Orang Protes

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:06 WIB
X