• Jumat, 22 Oktober 2021

Peternak Ayam Petelor di Mojokerto akan Senang, Ada yang Mau Borong Hingga 6 Ton

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:05 WIB
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berharap peternak ayam petelor tidak gulung tikar (sumber foto M Yunan Muzakki)
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berharap peternak ayam petelor tidak gulung tikar (sumber foto M Yunan Muzakki)
KABAR RAKYAT, MOJOKERTO - Peternak ayam petelor di Kabupaten Mojokerto bakal senang. Sebab akan ada yang memborong telor-telor tersebut. 
 
Hal ini disampaikan oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Senin (11/10) sore. Bupati perempuan pertama di Mojokerto tersebut menyebut telor-telor tersebut akan diborong oleh pemerintah Provinsi Atau pemprov Jawa Timur. 
 
"Kemarin dibeli bu gubernur, dimasukkan ke pondok-pondok, kemarin yang mengurus ini untuk Mojokerto adalah Kadis atau Kepala Dinas Pertanian, tanya saja," katanya setelah kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Senin (11/10) sore. 
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko membenarkan pernyataan bupati. Menurutnya gubernur Jawa Timur telah memborong telor ayam jenis Ras dari para peternak ayam di Mojokerto. 
 
"Kemarin 6 ton yang dialokasi dari pemprov, pemprov Jatim membeli langsung kepada peternak ayam petelor di Mojokerto," ujar Teguh yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. 
 
Dari alokasi 6 ton tersebut, imbuh Teguh, sampai saat ini Senin, 11 Oktober 2021, realisasinya masih sebanyak 1,8 ton.
 
"Tapi realisasi hari ini masih 1,8 ton, nantinya akan disalurkan kepada 39 yayasan, termasuk pondok pesantren dan yayasan yatim piatu," Imbuh Teguh. 
 
Masih kata Teguh, dengan diborongnya telor-telor dari peternak ayam petelor tersebut, diharapkan akan mendongkrak harga penjualan telor ayam Ras. 
 
Saat ini harga telor ayam Ras di Kabupaten Mojokerto masih tergolong kurang. Harga di pengecer masih mencapai Rp17. 000 per kg. 
 
"Sekitar Rp17.000 per kilo di pengecer, ini masih kategori kurang karena BEP atau _Break Event Point_ petani telor itu Rp19.000, nanti kita akan genjot lagi, insya Allah akan ada perubahan harga naik sedikit-sedikit," Kata Teguh. 
 
Di beberapa daerah di Jawa Timur harga telor ayam Ras memang masih jatuh. Hal itu disebabkan banyaknya peternak ayam petelor yang tidak diimbangi dengan serapan pembeli yang masih lesu. 
 
Selain itu, harga jagung sebagai pakan utama ayam petelor naik, sedangkan harga telor terus anjlok. Kondisi tersebut membuat peternak harus memutar otak agar terhindar dari kerugian. 
 
Beberapa pemerintah daerah di Jawa Timur juga mengeluarkan kebijakan himbauan kepada ASN atau Aparatur Sipil Negara untuk memborong telor dari petani dan menyedekahkan ke pondok pesantren atau tempat isolasi mandiri. 
 
Untuk Kabupaten Mojokerto, Program borong telor oleh ASN masih dikaji lebih lanjut. Sebab hasil panen peternak ayam telor sudah diborong oleh Pemprov Jawa Timur. 
 
"Rencananya seperti itu, tapi ini sudah ada program dari ibu Gubernur, harapannya bisa mengangkat kembali harga telor, kita tidak ingin petani merasa rugi dan gulung tikar," pungkas Teguh.
 
Di beberapa daerah, peternak ayam petelor diambang kerugian karena harga telor yang anjlok. Di Lamongan misalnya, para petani sengaja membagikan telor ayam Ras secara gratis kepada warga sebagai bentuk protes. 
 
Bahkan di daerah lain ada peternak yang sengaja menjual ayam petelor untuk menghindari kerugian.***

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X