• Rabu, 27 Oktober 2021

Rentan Kejahatan Siber, Pemkab Trenggalek Meluncurkan TrenggalekKab-CSIRT

- Rabu, 22 September 2021 | 16:29 WIB
Trenggalek melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan TrenggalekKab-CSIRT (Kabar Rakyat)
Trenggalek melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan TrenggalekKab-CSIRT (Kabar Rakyat)
KABAR RAKYAT, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan TrenggalekKab-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) di pendopo Manggala Praja Nugraha pada Rabu (22/9/2021).
 
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dalam paparannya mengatakan bahwa di tengah kemudahan akses teknologi informasi di mana pemerintah semakin dituntut untuk melayani dengan prima, maka semakin rentan pula terhadap munculnya kejahatan siber.
 
“Maka dari itu di dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik salah satu pilarnya adalah keamanan dan BSSN telah mensupport beberapa kabupaten di Indonesia, di Jawa Timur CSIRT-nya ini sudah ada di Madiun dan juga sudah ada hari ini di Kabupaten Trenggalek,” tutur Bupati Nur Arifin.
 
Saat ini di setiap pelayanan hampir semua berbasis pada NIK (Nomor Induk Kependudukan). NIK sendiri, menurut Bupati Nur Arifin, merupakan data yang sensitif.
 
“Belum lagi kemudian kalau otorisasinya biasanya beberapa apps atau yang kita lakukan itu berbasis biometric recognition, entah itu pakai face recognition, retinakah atau sidik jari, itu juga menjadi data yang cukup penting,” jelasnya.
 
Maka dengan diluncurkannya TrenggalekKab-CSIRT, Bupati Nur Arifin mengapresiasi kerja sama dengan BSSN dalam mengamankan berbagai data dan informasi dalam setiap aktivitas elektronik di Kabupaten Trenggalek.
 
Bupati Nur Arifin pada kesempatan tersebut juga mengimbau kepada setiap OPD untuk mengembangkan sistem di internalnya masing-masing. Sehingga tidak hanya melibatkan pihak ketiga yang tentu tidak serta merta mudah diketahui sejauh mana keamanannya.
 
“Ke depan banyak hal yang perlu kita lakukan dan ini memang fase yang perlu kita lalui apalagi di masa pandemi covid ini memang mengharuskan kita untuk kemudian mendigitalisasikan diri menjadi society yang tidak hanya 4.0 mungkin, tapi secara sosial ya 5.0,” ucap Bupati.
“Tidak hanya di industri yang berbasis internet tetapi sudah kehidupan sosial dan budaya yang berbasis digital,” lanjutnya menambahkan.***

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X