• Kamis, 27 Januari 2022

STIT Togo Ambarsari Tingkatan Kualitas Perguruan Tinggi dengan Gandeng UINSA

- Minggu, 19 September 2021 | 17:02 WIB
 Rektor UINSA Surabaya Prof. H. Masdar Hilmy, lakukan peningkatan kualitas perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso didampingi Bupati Salwa Arifin.  (Kabar Rakyat)
Rektor UINSA Surabaya Prof. H. Masdar Hilmy, lakukan peningkatan kualitas perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso didampingi Bupati Salwa Arifin. (Kabar Rakyat)
KABAR RAKYAT, Bondowoso - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso, terus melakukan peningkatan kualitas perguruan tinggi di Bondowoso, degan menggelar kegiatan Studium General bersama Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag, MA,. Ph.D, Rektor UINSA Surabaya dan sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya.
 
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kontekstualisasi Pendidikan Islam Di Era Transformasi Digital” berlangsung di Aula Kampus STIT Togo Ambarsari setempat, Sabtu, (18/9).
 
Pada kesempatan itu, turut hadir Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin, Ketua Yayasan Miftahus Surur, SE. Sy. M.H., Ketua Senat, Dr. Hasan Sayfullah, S.HI., M.Pd.I,  beserta seleuruh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso.
 
Bupati Bondowoso Salwa Arifin, menuturkan bahwa perjalanan STIT Togo Ambarsari Bondowoso mulai dari tahun 2017 hingga saat ini sangatlah luar biasa, baik dalam bidang akademik, dan pelayanan selalu ada peningkatan.
 
“STIT Togo Ambarsari ini sangat luar biasa, perjalannya dari 4 tahun yang lalu telah menorehkan hasil yang bagus, baik dalam segi akademik, pelayanan, dan lain sebagainya.” ungkapnya
 
Tak lupa, Bupati Salwa pun menghimbau kepada civitas akademika STIT Togo Ambarsari, untuk terus meningkatkan semangat dalam bekerja.
 
“Semangat dan perjuangan harus terus ditingkatkan agar kampus STIT Togo Ambarsari ini menjadi kampus yang bonafide dan dikenal oleh banyak kalangan,” imbaunya.
 
Rektor UINSA Surabaya Prof. Dr. Masdar Hilmy, menerangkan perguruan tinggi itu tidak bisa langsung menjadi perguruan tinggi yang luar biasa, namun semuanya butuh proses dan ikhtiar, dari sekolah tinggi menjadi Institut dan Universitas.
 
“Semua bermula dari dasar, yang besar berawal dari yang kecil, maka dari itu bermimpilah yang tinggi, dan berikhtiar untuk mewujudkan mimpi dengan menyusun strategi, taktik dan menaklukkan sesuatu yang belum tercapai,”katanya.
 
Menurutnya, dengan pesatnya arus digital semua harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Era yang terus berubah, bertransformasi jangan sampai menjadi hambatan untuk terus berinovasi, terutama dalam perguruan tinggi.
 
“Wujud dari era digital ini, kita butuh perangkat teknologi dan mampu mengoperasikannya, sehingga semua bisa jelas dan akuntabel,”jelasnya.
 
Untuk kedepan, pihaknya berharap agar jangan sampai menjadi tumbal digital atau objek penderita digital. Yakni harus jadi subjek teknologi, dan bisa menggunakan teknologi secara efektif.***

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X