• Senin, 25 Oktober 2021

Unej Tetap Kuliah Daring, meski Jember Dinyatakan Level 1 Pandemi

- Rabu, 15 September 2021 | 21:47 WIB
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Unej, Prof Slamin (Kabar Rakyat.)
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Unej, Prof Slamin (Kabar Rakyat.)

KABAR RAKYAT, JEMBER- Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Jember sudah turun menjadi level 1, namun perkuliahan di Universitas Jember (Unej) akan tetap melakukannkuliah sistem daring.

Wakil Rektor 1, bidang akademik dan kemahasiswaa Unej Prof. Slamin menjelaskan, Unej selalu melihat dan memantau perkembangan penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia. Meski Jember sudah turun menjadi level 1, ada beberapa daerah di Indonesia yang masih belum cukup aman.

“Pertimbangannya, 70 persen mahasiswa kami berasal dari luar kota Jember dengan kondisi penyebaran dan level PPKM yang berbeda-beda,” Kata Slamin, Senin, 13 September 2021.

Selain itu, kata Slamin, perkuliahan tatap muka belum bisa dilakukan karena Unej kesulitan mengontrol dan mengawasi seluruh mahasiswa agar terhindar dari penularan Covid-19.

Baca Juga: Pegawai Honorer KUA Cibadak Sukabumi Meninggal Mulutnya Berbusa

“Kalau yang sedang di kampus mungkin kami bisa, misal mereka harus rapid tes sebelum mengikuti kuliah. Namun, Unej tidak mungkin bisa memantau aktivitas mahasiswa ketika berada di luar kampus,” jelas Slamin.

Tidak semua kegiatan perkuliahan, lanjut dia, akan dilakukan secara daring. Unej membolehkan proses perkuliahan tetap muka atau langsung, terutama yang berkaitan dengan praktikum dan mahasiswa tingkat akhir, serta yang berkonsultasi dosen pembimbing. Mahasiswa yang mengikuti pendidikan praktikum juga diwajibkan sudah dalam keadaan tervaksin.

Namun, katanya lagi, Unej sudah mempersiapkan sejumlah skenario perkuliahan tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya dengan memberlakukan perkuliahan secara bergilir. “Misalnya saja yang kuliah luring hanya mahasiswa angkatan tahun 2020 dan tahun 2021 terlebih dulu, sebab mereka belum pernah ke kampus,” lanjut Slamin.

Pilihan selanjutnya bisa dengan cara kuliah secara bergantian, misalnya di minggu pertama maka mahasiswa yang memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) ganjil yang kuliah sementara di minggu kedua giliran mahasiswa yang memiliki NIM genap yang kuliah, begitu seterusnya. Itu pun dengan syarat kapasitas kelas yang dipakai hanya 50 persen saja dari kapasitas yang ada.

Halaman:

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X