• Jumat, 22 Oktober 2021

Darurat Pelecehan Seksual, Sahkan RUU TPKS dan Beri Pendidikan Seksual Pada Anak Sejak Dini

- Rabu, 15 September 2021 | 20:37 WIB
Narasumber Pembahasan RUU TPKS (M Kava Zulfikri)
Narasumber Pembahasan RUU TPKS (M Kava Zulfikri)

KABAR RAKYAT, NEWS - Belum genap 12 bulan total kekerasan seksual Tahun 2021 menyalip tahun 2020. Berdasarkan laporan Komnas Perempuan, Periode Januari-Juni 2021 tercatat 2.500 kasus dimana tahun 2020 sebanyak 2.400 kasus. 

Melihat data diatas, dan kasus kekerasan seksual bulan Juli-September mengundang beberapa elemen masyarakat (Akademisi, Aktivis, dan Mahasiswa) untuk bersuara untuk mendesak supaya segera disahkannya (Rancangan Undang-undang) RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan menginginkan adanya kurikulum pendidikan seksual sejak dini.

Turut menyuarakan pendapat, Dr. Agustina Dewi Setyari, S.S., M.Hum, "Pada intinya segala bentuk kekerasan seksual tidak bisa kita tolerir karena kekerasan seksual juga merupakan salah satu kejahatan kemanusiaan," melalui wawancara eksklusif sambungan seluler, Selasa, (14/09/21).

Baca Juga: Bahas KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021,Komisi I DPRD Banyuwangi Soroti Banyaknya Reklame Liar

"Banyaknya kekerasan seksual tentu sangat memperihatinkan, apalagi belum ada aturan khusus yang membahas kekerasan seksual," terang Anggota Pusat Studi Gender Universitas Jember (UNEJ).

Dosen Fakultas Ilmu dan Budaya itu juga memaparkan bahwa aturan yang berlaku saat ini masih mengatur secara umum. "Aturan yang ada masih sangat general yang seringkali tidak bisa menjerat pelaku kekerasan  seksual," paparnya.

Tegasnya, "Hal ini membuat RUU penanganan kekerasan seksual menjadi perlu segera disahkan."

Baca Juga: Pembaruan iOS 15 untuk Smartphone Apple dan iPad Sudah Dapat Diunduh pada 20 September 2021

Pungkasnya, "Dengan maraknya kekerasan seksual, pendidikan seksual menjadi urgen dilakukan karena seringkali yang terjadi di lapangan adalah korban tidak tahu kalau mereka menjadi korban dan saat tahu mereka menjadi korban bingung apa yang harus mereka lakukan."

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X