• Kamis, 23 September 2021

Madrasah Tegalpanjang di Ciemas Diklaim Tanahnya Milik Warga 'Dulu' Tanah Hibah PIR

- Rabu, 15 September 2021 | 10:37 WIB
Madrasah Ibtidaiyah di Tegalpanjang di Kampung Ciwangi RT 001/001 Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, (Istimewa/Rusdi)
Madrasah Ibtidaiyah di Tegalpanjang di Kampung Ciwangi RT 001/001 Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, (Istimewa/Rusdi)

KABAR RAKYAT, SUKABUMI - Tanah bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalpanjang di Kampung Ciwangi RT 001 RW 001 Desa Sidamulya Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendadak diklaim milik warga dari luar desa. Bahkan salah satu ruang kelas diakui masuk ke lahan mereka.

Kepala MI Tegalpanjang, Ade Sohari mengatakan, berdasarkan sejarah hibah dari Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Pasirbadak, untuk fasilitas Umum (fasum) Desa Cibenda pada tahun 1986 - 1987 luasnya 1 hektar.

Saat pemekaran tahun 2012 lahan tersebut masuk wilayah administrasi Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

"Lahan yang digunakan untuk pendidikan dalam hal ini MI Tegalpanjang awalnya 1 hektar, pada tahun 2013 saat diukur sama BPN jadi 8.800 meter, sekarang tinggal 2.300 meter," ungkap Ade, Senin (13/9/21).

Baca Juga: Puluhan Ribu Orang Berbagai Disiplin Ilmu Ingin jadi PNS dan Pegawai Kontrak Pemprov Jawa Timur

Ade mengungkapkan adapun lahan yang dipakai untuk gedung MI Tegalpanjang luasnya sekitar 2000 meter, dengan siswa 130. Saat ini ucapnya, lahan yang berada di belakang sekolah sudah berkurang dan diklaim warga, bahkan dipasang pagar dengan bambu sejak tahun 2014. Setahu Ade, lahan itu milik negara.

"Itu bisa dikatakan menyerobot lahan negara, karena saat warga tersebut dimintai surat kepemilikan atau SPPT, tidak bisa membuktikan," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Sidamulya, Suhenda saat dikonfirmasi membenarkan ada upaya mengklaim lahan tersebut oleh warga. "Malah ada satu ruang kelas tanahnya diklaim milik mereka," katanya.

Pihak desa masih menunggu bukti-bukti sah kepemilikan tanah. "Kami sudah mengundang warga tersebut ke kantor desa, karena orang itu bukan warga Sidamulya, dan tanah itu diklaim milik mertuanya yang sudah meninggal," jelas Suhenda.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X