• Minggu, 27 November 2022

Bawaslu Bondowoso Minta Pelapor PKH Melengkapi Bukti-bukti

- Rabu, 27 Juni 2018 | 09:02 WIB
Oknum PKH2
Oknum PKH2

Sejumlah warga Sempol, Prajekan dikantor pengawas pemilu

 

KABARRAKYAT.ID – Bawaslu Kabupaten Bondowoso, tidak bisa memproses laporan dugaan intervensi dan intimidasi, perbuatan oknum pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) inisial DW di Desa Tarum Kecamtan Prajekan. Alasan mendasar, pelaporan atas nama Luluk Haryadi, asal Desa Sempol, Kecamatan Prajekan di kantor Panwascam, kurang bukti dan persilahkan mencari bukti yang cukup menguatkan.

Hal itu disampaikan, Fricas Abdillah Ketua Bawaslu Kabupaten Bondowoso, Selasa malam (27/6/2018) sekira pukul 22.00 WIB, menanggapi ada dugaan pelanggaran pidana pemilu.

“Kami belum bisa memproses laporan dugaan indikasi intimidasi pengarahan salah satu oknum PKH di desa Tarum, Kecamatan Prajekan, hingga pelapor melengkapi bukti-bukti yang cukup menguatkan. Silahkan pelapor datang lagi dengan membawa bukti berikut saksi yang dibutuhkan,” jelas Fricas Abdillah dikantornya, pada wartawan.

Menurut Luluk, usai menerima penjelasan pihak Ketua Bawaslu Bondowoso, pihaknya berjanji akan kembali lagi, dengan bukti yang dibutuhkan. Dia mengaku semua bukti yang dibutuhkan oleh Bawaslu sudah ada di tangan. Oleh karenanya, hari ini, Rabo (27/6/2018), setelah melakukan pencoblosan, pihaknya akan mendatangi kantor Bawaslu kabupaten.

"Kita akan kembali lagi dengan membawa bukti yang dibutuhkan. Kami yakin bisa membuktikan apa yang kami tuduhkan," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pendamping PKH di wilayah timur Bondowoso tetap yakin bahwa mereka tidak memiliki bukti yang dituduhkan. Mengingat pendamping PKH tidak pernah melakukan intervensi dan intimidasi untuk memilih salah satu calon tertentu pada Pilkada 27 Juni 2018 secara serentak.

Menurut mereka, program PKH memiliki acara rutin tiap bulan yakni sebuah arisan. Dalam kesempatan itu mereka terbiasa dengan menanyakan masalah masalah progam dan kadang menanyakan mantan menteri yang menangani PKH. Hal itu mereka jelaskan sebagaimana biasa dan tidak ada pengerahan dan pengarahan untuk memilih calon tertentu dalam Pilkada.

Seperti diberitakan, Malam ini, sejumlah warga Desa Sempol Kecamatan Prajekan, Bondowoso melaporkan ulah oknum petugas pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) diduga intervensi dan intimidasi warga, untuk mengarah satu calon Pilkada Serentak di Bondowoso.

Halaman:

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

X