• Senin, 25 Oktober 2021

Eksekusi 13 Agen Bodong Sikap Dinas Sosial ‘Pasrah Apa Kata BNI’

- Kamis, 8 Juli 2021 | 04:15 WIB
Zaiful Bahri, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bondowoso
Zaiful Bahri, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bondowoso

KABAR RAKYAT, Bondowoso – Permasalahan banyak Agen BNI atau e-Warung untuk Kemensos, Bansos  program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tidak sesuai Pedoman Umum Program Sembako 2020. Akhirnya, Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso, mengaku tidak bisa berbuat banyak karena domainnya wewenang BNI.

Keterangan itu disampaikan, Zaiful Bahri, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bondowoso pada wartawan, Rabu (7/7/2021). Diceritakan, ketika agen berdiri, pihak Dinsos hanya memantau melalui pendamping sosial soal penyaluran bantuan.

Baca Juga: Cegah Kluster Hajatan, Emil Dardak Gandeng Kemenag Jatim

"Persoalan yang terjadi Dinsos bukan tidak bisa menyelesaikan persoalan, tetapi per hari ini Dinsos masih berkoordinasi dengan bank, karena kewenangan agen itu ada di bank," ujarnya.

Soal temuan 13 agen bodong, Zaiful menyatakan sudah dikoordinasikan dengan Bank BNI, namun terkait eksekusinya adalah merupakan kewenangan bank.

Zaiful juga menerangkan, awalnya agen itu jumlahnya tidak sampai 200 agen, sedangkan pada tahun 2021 ini progresnya sudah mencapai 217 agen, tapi perkembangannya tidak signifikan.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Melonjak di Thailand, Terminal pun Disulap Jadi Rumah Sakit Covid-19

Dia juga membeberkan, selama ini pihak bank tidak punya sistem mengendalikan agen penyalur BPNT.

"Idealnya, Satu agen penyalur BPNT melayani 250 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM), namun faktanya di lapangan kadang satu agen melayani 1000 orang KPM," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berbagai Kejutan Promo 10.10, Ini Penawarannya

Rabu, 29 September 2021 | 13:39 WIB

Ativitas Ekonomi di Puncak Bogor Mulai Menggeliat

Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:37 WIB
X