• Sabtu, 12 Juni 2021

Operasi Pasar Murni Untuk Menekan Lonjakan Harga Jelang Lebaran di Kota Kediri

- Kamis, 6 Mei 2021 | 19:11 WIB
Pelaksanaan Operasi Pasar Murni
Pelaksanaan Operasi Pasar Murni

KABAR RAKYAT - Guna menekan lonjakan harga jelang Lebaran, Pemerintah Kota Kediri dalam hal ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID), menggelar operasi pasar murni (OPM).



Pelaksanaan Operasi Pasar Murni untuk mengendalikan beberapa harga komoditas bahan pokok yang melonjak. Sehingga inflasi di Kota Kediri dapat terus terjaga. Pada bulan April lalu inflasi bulanan di Kota Kediri sebesar 0,31 persen. Dimana pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,68 persen.

Usai meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Murni, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa stok kebutuhan bahan pokok di Kota Kediri sampai dengan hari ini masih aman. Kemudian untuk kenaikan harga juga masih terkendali.

Baca Juga: ASN Dilarang Mudik, Pemprov Terjunkan Tim Pemantau di Titik Penyekatan

"Pelaksanaan Operasi Pasar Murni ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga-harga kebutuhan pokok sehingga inflasi di Kota Kediri selalu terjaga. Kalau inflasinya terjaga lalu masyarakatnya cara berbelanjanya juga bijak."terang Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Wali Kota Kediri juga menghimbau agar masyarakat berbelanja secara cerdas dan bijak. Karena biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri ini masyarakat berbelanja secara berlebihan.

“Pelaksanaan Operasi Pasar Murni ini dengan protokol kesehatan yang baik. Pembeli disini juga masyarakat ya bukan pedagang. Saya rasa ini sudah tepat sasaran. Saya juga ingatkan agar masyarakat berbelanja secara bijak. Toh ini kan semua pada dilarang mudik. Jadi belilah secukupnya agar harga di pasaran stabil,” ujarnya.

Baca Juga: Penerapan Larangan Mudik Lebaran 2021 di Tasikmalaya

Sementara, kepala Disperdagin Kota Kediri, Tanto Wijauhari menjelaskan, Operasi Pasar Murni (OPM) yang di lakukan setiap tahun, dimana menjelang idul fitri untuk menekan adanya lonjakan harga bahan sembako.

"Komoditas yang dijual seperti beras per pack seberat @ 5 kg dijual dengan harga rp 45.000, kemudian gula pasir dengan harga perkilogramnya Rp 10.500, minyak goreng perbotol dijual dengan harga Rp 11.250 dan telur ayam dengan harga perkilonya dihargai rp 18.500, "jelasnya.

Lebih lanjut, sejauh ini kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan bagus. Kami juga sediakan handsanitizer, masker, dan petugas kesehatan dari Dinkes. Ketersediaan stok saat ini juga aman.

Halaman:

Editor: Budi Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X