• Senin, 21 Juni 2021

Kementan RI: Jika Mengalami Gagal Panen, Begini Manfaat Asuransi Padi untuk Petani

- Senin, 3 Mei 2021 | 22:22 WIB
Didampingi Bupati Bondowoso, Dirjen Sarana Prasarana Kementan RI, Dr. Sarwo Edy SP, MM memberikan penjelasan manfaat Asuransi Padi dan Peternak.
Didampingi Bupati Bondowoso, Dirjen Sarana Prasarana Kementan RI, Dr. Sarwo Edy SP, MM memberikan penjelasan manfaat Asuransi Padi dan Peternak.

KABAR RAKYAT - Bupati Bondowoso Salwa Arifin mendampingi Dr. Sarwo Edy SP, MM, Direktur Jenderal Sarpras, Kementerian Pertanian memiliki misi pembangunan sektor pertanian. Salah satunya, sosialisasi manfaat Asuransi Padi, (1/5/2021).

Dr. Sarwo Edy SP, MM dihadapan para petani, menjabarkan manfaat Asuransi Padi bagi petani Bondowoso, dengan hanya membayar premi Rp. 36 ribu perhektar permusim tanam. "Kok murah, karena yang Rp 144 ribunya telah dibantu oleh APBN," ungkapnya.

Ikut Asuran Padi, sebut Sarwo Edi, manfaatnya antara lain, dapat ganti rugi jika hasil produksi mengalami gagal panen. Baik dalam situasi cuaca, kemarau, hujan, atau diserang hama penyakit padi.

Baca Juga: Wagub Emil Ajak Notaris Pulihkan Perekonomian Jawa Timur, Begini Katanya

Baca Juga: Made Cahyana Negara Ajak Legendakan Kopi Banyuwangi

Jika petani mengalami peristiwa itu, pihak Asuransi Jasindo milik pemerintah akan memberi ganti rugi senilai Rp. 6 juta per hektar. "Jadi hanya membayar Rp 36 ribu, kalau tidak panen dibayar Rp 6 juta. Ini program yang sangat baik dari pemerintah," ungkap Dirjen Sarana Prasarana Kementerian Pertanian tersebut.

Tujuan program pemerintah ini tidak lain untuk melindugi petani dari kerugian. Meskipun gagal panen, petani masih bisa menanam kembali. Selain petani, para peternak juga mendapat keistimaan jika ikut asurani ini. Para peternak cukup bayar uang senilai Rp. 40 ribu per ekor per tahun. Sisanya, Rp 160 ribu lagi-lagi telah disubsidi APBN.

"Jika ternaknya hilang para peternak yang ikut asuransi akan diberi ganti uang premi senilai Rp. 7 juta," tuturnya.

Baca Juga: Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Ditarget Selesai Desember 2021

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Satupun Koperasi di Jember Bubar 

Rabu, 16 Juni 2021 | 17:45 WIB
X