• Sabtu, 18 September 2021

Aktivis Perempuan Jember 'Teriak' Lemahnya Perlindungan Korban Seksual di Kampus

- Jumat, 18 Juni 2021 | 17:11 WIB
Aktifis Perempuan Jember gelar aksi unjuk rasa
Aktifis Perempuan Jember gelar aksi unjuk rasa

KABAR RAKYAT - Maraknya kekerasan seksual di kampus per hari menunjukkan responsiftas hukum terhadap korban kekerasan seksual masih lemah.

 

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Annisa Nuril Deanty, Aktivis Perempuan Jember, "jika kita melihat kitab undang-undang hukum pidana (KUHP ) tidak mengenal istilah kekerasan seksual.

 

KUHP hanya mengenal istilah perbuatan cabul yang diatur dalam pasal 289 sampai dengan pasal 296", Jumat, (18/06/21).

Baca Juga: Kepala Desa Siwalan Sambangi Rumah Penginapan Satgas TMMD

Imbuhnya, pasal tersebut mengandung kekurangan secara subtansial dalam melindungi korban kejahatan, dari sisi yuridis korban tidak mendapat perlindungan yang istimewa.

 

Selain itu, Ketua Kopri Rayon Hukum UNEJ itu menambahkan, " jika pelaku adalah ASN sudah selayaknya pelaku dicopot dari jabatannya karena menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 2015 Tentang ASN Pasal 5 tentang kode etik ASN, tindakan kekerasan seksual merupakan perbutan yang merendahkan martabat dan kehormatan ASN."

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepolisian di Banyuwangi Razia Tambang Pasir Illegal

Kamis, 16 September 2021 | 05:24 WIB
X