• Minggu, 1 Agustus 2021

'Bukan Kawin Kontrak' Puluhan Pasangan Kawin Siri Warga Cipatujah Mengadu DPRD Tasikmalaya

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 08:38 WIB
Ilustrasi pasangan (Foto. PIXABAY)
Ilustrasi pasangan (Foto. PIXABAY)

KABAR RAKYAT - Kawin siri atau nikah di bawah tangan masih terjadi dan dipraktekan, oleh warga yang tinggal di daerah yang jangkauan jauh dari pusat pemerintahan. Belum lagi, kawin siri dilakukan karena alasan keterbatasan ekonomi. Sehingga kawin siri bisa menjadi solusi termudah untuk melegalkan hubungan pria dan wanita.

 

Meski nikah siri dalam pandangan hukum agama tersebut sah, tetapi tidak tercatat di Pengadilan Agama (PA) sebagai perikatan nikah sah sesuai aturan negara. Sudah tentu, resiko pelaku kawin siri ini akan dapat kesulitan ketika ingin mengurus kelengkapan dokumen kewarganegaraan atau kependudukan di Indonesia, termasuk pencatatan dokumen anak-anak mereka, mulai dokumen akta kelahiran dan Kepala Keluarga (KK).

Baca Juga: Pembangunan Irigasi dari Pemanfaatan Dana Desa salah satu Desa di Pangandaran

Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ramai dibincangkan penemuan nikah siri menjadi tradisi umum warga masyarakat Kecamatan Cipatujah. Terdapat hampir 50 pasangan belum tercatat secara resmi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya. Saat ini, puluhan pasangan itu mengalami kesulitan tatkala akan melengkapi dokumen kependudukan tersebut.

 

Bentuk rasa kepedulian melihat fenomena di masyarakat. Perwakilan masyarakat Cipatujah, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, ingin mengutarakan fenomena yang terjadi di masyarakat bawah kepada Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, SP.

Baca Juga: Ketua PKK Kabupaten Trenggalek Sidak PAUD Prambon

" Bertujuan untuk memohon bantuan agar bisa berkordinasi dengan Kementerian Agaman dan Pengadilan Agama untuk memfasilitasi terjadinya sidang isbat pernikahan, bagi lebih 50 pasangan ini. Agar mereka bisa dicatat secara resmi dan mendapatkan kepastian hukum serta hak mendapatkan pelayanan administrasi Kependudukan", ujar Gian Andani, Kordinator Perwakilan Masyarakat Cipatujah kepada awak media usai bertemu wakil rakyat, Jum'at (4/6/2021).

 

Gian Andani sengaja datang bertemu wakil rakyat di parlemen, untuk mengadu serta memohon kepada para wakil rakyat sudi kiranya membantu kelangsungan hidup warga pasangan suami istri hasil pernikahan siri.

Baca Juga: Musyawarah Desa Banyuresmi Penetapan Hasil Pemutakhiran Data Tahun 2021

"Sidang isbat, akan menopang nasib ke 50 pasangan ini bisa mendapatkan keputusan hukum secara sah dilaksanakan oleh Pengadilan Agama secara cuma-cuma. Karena mayoritas pasangan ini adalah orang-orang yang ekonominya tidak mampu", imbuh Gian Andani.

Perwakilan Warga Cipatujah di DPRD Kab. Tasikmalaya

Tempat yang sama, H. Syahban Hilal, SH,M.Pd, Wakil Ketua Komisi IV, mengungkapkan, PA Kabupaten Tasikmalaya itu bakal mengusulkan jumlah anggaran-anggaran negara ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Provinsi Jawa Barat, tergantung data kenyataan.

Baca Juga: Panasi Mesin Politik, PAN Jawa Timur Tour Silaturahmi - Konsolidasi ke Bawah

PA misal kalau bulan kemarin biaya untuk sidang hanya satu kali, karena banyaknya kasus, hingga bisa melakukan beberapa kali sidang dalam satu bulan,tergantung data kenyataan.

 

"Kalau sampai temuan ini disampaikan kepada LBH yang sudah di tunjuk oleh PA, tentu akan jadi bahan usulan untuk Anggaran 2022. Kalau PA tidak ada informasi maka akan tetap, silahkan anda bersama-sama LBH menghadap ke PA” ujar H. Syahban.

Baca Juga: Pengajian Rutin ASN Pemkab Tasikmalaya

“LBH sudah di protek oleh bagian hukum dan ada program bantuan hukum bagi masyarakat kabupaten Tasikmalaya yang tidak mampu, besar kecil bantuan tergantung kemampuan anggaran, tergantung dana yang ada, kalau LBH tidak ada data dan pengaduan mungkin tidak akan ada gerakan,” imbuhnya.

 

Menanggapi hal ini, rombongan perwakilan masyarakat Cipatujah yang terdiri dari Galih Sundara (35), Gian Andani (33), Dani Ramdani (45),Roni (43),Gilang Cahya Wibawa (31) dan beberapa perwakilan masyarakat lainnya akan berkordinasi dan berkonsultasi dahulu.***

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai 'Pihak' yang Memanfaatkan Isu Ijen

Sabtu, 24 Juli 2021 | 00:24 WIB
X