Produk Kelompok Tani Desa Gombengsari Kalipuro Peroleh Sertifikasi Produsen Kopi Organik

- Rabu, 8 September 2021 | 10:10 WIB
Kelompok Tani Kopi Rejo Desa Gombengsari Kalipuro saat menerima sertifikat produsen kopi organik/ banyuwangikab.go.id (Hariyadi)
Kelompok Tani Kopi Rejo Desa Gombengsari Kalipuro saat menerima sertifikat produsen kopi organik/ banyuwangikab.go.id (Hariyadi)

KABAR RAKYAT, Banyuwangi - Komoditas kopi Banyuwangi produk dari Kelompok tani (Poktan) Kopi Rejo  Desa Gombengsari Kecamatan Kalipuro mendapat sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) sebagai produsen kopi organic..

Produk kopi dari Poktan Kopi Rejo menerima dua sertifikat organik, antara lain  sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari lembaga sertifikasi Icert Bogor; dan sertifikat Ekspor Uni Eropa yang diterbitkan ACT (Organic Agriculture Certification Thailand), lembaga sertifikasi organik yang berbasis di Thailand.

“Menurut dua lembaga sertifikasi tersebut, Poktan Kopi Rejo secara legal dan konsisten telah memenuhi persyaratan dalam memproduksi kopi organik.  Ini pencapaian yang membanggakan bagi Banyuwangi yang tengah getol mengembangkan budidaya kopi organik,” ucap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan seperti dilansir Kabar Rakyat dari banyuwangikab.go.id, Rabu (08/09/2021)

Baca Juga: Pemprov Jawa Timur Terima Penghargaan Bidang Kehumasan dari MarkPlus Inc dan Perhuma

Lembaga Icert, lanjut Arief, menyatakan, kopi yang diproduksi Kopi Rejo dengan merek ”Kopi Lego” itu dinyatakan bebas pestisida dan pupuk kimia berdasarkan pedoman SNI 6729:2016, Permentan No.64/2013, dan Perka BPOM I/2017.

Adapun lembaga ACT Thailand menyebut, Kopi Lego telah memenuhi standar pasar Uni Eropa (UE) karena telah sesuai dengan ketentuan standar organik Amerika Serikat dan Canada.
“Artinya produk Kopi Lego sudah layak ekspor ke pasar Uni Eropa. Ini membuktikan, kopi rakyat Banyuwangi tidak kalah dengan produk kopi milik perkebunan,” ujar Arief.

Baca Juga: Seleksi CASN, PPPK dan Penataan Jabatan OPD di Banyuwangi Gratis

Lahan kopi yang dikembangkan Kopi Rejo seluas 32,5 hektar. Adapun produk yang disertifikasi adalah kopi Robusta dan Ekselsa dalam bentuk biji kopi (green bean), biji yang sudah di-roasting, dan bubuk kopi.

Menurut Arief, budidaya kopi dengan sistem organik sangat menguntungkan petani. “Saat masih non organik, produksinya 700-800 kuintal per hektar. Sekarang menjadi 1,3 ton per hektar,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kopi Arabica Aman Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Sabtu, 7 Januari 2023 | 11:30 WIB

Resep Menu Masakan Daun Kelor yang Segar

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:22 WIB
X