• Jumat, 27 Mei 2022

Nelayan Prigi Ikut Tanggapi Debat Publik 2 Pilgub Jatim

- Rabu, 9 Mei 2018 | 18:39 WIB
IMG-20180509-WA0058-01
IMG-20180509-WA0058-01

Ilustrasi


KABARRAKYAT.ID, TRENGGALEK - Dalam debat publik putaran ke 2 Pilgub Jatim, yang berlangsung di televisi nasional, sebagian nelayan Trenggalek ikut menyaksikan dan menanggapi terkait nasib mereka.

Salah satunya, nelayan di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, Trenggalek Joko Santoso menilai salah satu jawaban Calon Wakil Gubernur Jawa Timur itu kurang begitu paham tentang Nelayan.

Seperti pernyataan soal pengadaan kapal besar bagi nelayan di sampaikan Emil ketika ia berupaya memberikan jawaban atas pertanyaan dari Puti Guntur Soekarno  soal anjloknya hasil tangkapan ikan nelayan di Laut Prigi Kecamatan Watulimo kabupaten Trenggalek serta solusi apa yang bisa di berikan untuk nelayan.

Baca juga : Gaji Disunat, Karyawan Distributor Ponsel Tertekan

Diceritakan, pernyataan Cawagub Emil Dardak yang menyebutkan jika hasil tangkapan ikan menurun, sebaiknya nelayan perlu pengadaan kapal besar dari 10 GT di konversi menjadi 100 GT dengan maksud agar hasil tangkapan ikan kuantitasnya lebih besar.

Menurut Joko Santoso menilai kalau gagasan itu bukan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

" Meskipun di beri kapal besar, belum ada jaminan hasil tangkapan itu jumlahnya akan besar. Belum tentu itu bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan,"  kata Joko Santoso saat di hubungi melalui saluran telepon (9/5).

Menurut Joko, kapal besar tidak mendukung hasil tangkapan menjadi lebih banyak. Masalahnya mencari ikan di laut itu tidak mudah. Selain itu dengan adanya kapal besar tentunya membutuhkan biaya operasional yang besar pula.

Bagi#nelayan prigi meskipun di beri kapal besar tetap saja mubazir karena  nelayan di Prigi tidak mau melaut lebih dari satu Minggu.

Joko justru berharap, Cawagub Emil semestinya bukan menawarkan kapal besar bagi nelayan. Ia menginginkan pemerintah hadir menjaga stabilitas harga ikan ketika musim ikan.

"Jadi begini, semestinya pak Emil itu tidak menawarkan kapal besar pada nelayan, justru yang kami harapkan pemerintah bisa hadir ketika harga ikan anjlok pada saat musim ikan. Seperti halnya jenis ikan tongkol jika tidak musim ikan harganya per kilo bisa sampai 20 ribu, tapi jika musim ikan harganya anjlok menjadi 5 ribu per kilonya" terangnya.

Di singgung mengenai solusi Emil bila musim paceklik ikan, nelayan di dorong agar bergerak pada sektor UKM dan pertanian, langsung di timpali oleh Joko.

" Kalau musim paceklik ikan kita sudah terbiasa beralih pada sektor pertanian. Jadi tidak perlu di dorong-dorong, toh ketika kami beralih pada sektor pertanian itu sudah kami lakukan sejak puluhan tahun" pungkasnya.

Reporter: Rudi/Man

Editor : coi/choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

X